Beranda Ekonomi Setahun Berdiri, Resto Lawasan Caraka Berkembang Jadi Pusat Wisata Edukasi dan UMKM...

Setahun Berdiri, Resto Lawasan Caraka Berkembang Jadi Pusat Wisata Edukasi dan UMKM di Karawang

KARAWANG – Hampir genap satu tahun sejak berdiri pada Juli 2025, restoran Lawasan Caraka di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, terus menunjukkan perkembangan.

Berawal sebagai restoran dan pusat oleh-oleh, kawasan dengan ornamen khas Jogjakarta tersebut kini berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang dipadukan dengan galeri UMKM, homestay, hingga paket wisata mangrove.

Pemilik Lawasan Caraka, Ade Wahyu mengatakan, pada awal berdiri pihaknya hanya berfokus mengembangkan restoran dan galeri oleh-oleh. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung terus meningkat.

Baca juga: Jadi Korban Asusila Oknum Guru, Siswi SMA di Karawang Malah Dikeluarkan Sepihak oleh Sekolah

“Alhamdulillah, sekarang lebih dari 2.000 transaksi setiap bulannya. Kami melihat masyarakat sudah mulai mengenal keberadaan Lawasan Caraka. Bahkan banyak pelanggan yang datang kembali dan menjadikan produk-produk di galeri kami untuk dijual lagi,” ujar Ade kepada tvberita pada Jumat, (26/6).

Resto lawasan caraka karawang
Hampir genap satu tahun sejak berdiri pada Juli 2025, restoran Lawasan Caraka di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, terus menunjukkan perkembangan. Foto: istimewa

Menurutnya, galeri Lawasan Caraka menyediakan berbagai produk kerajinan dan oleh-oleh, mulai dari gantungan kunci, batik, mainan tradisional, hingga pakaian. Salah satu produk yang paling diminati pengunjung adalah daster dengan beragam motif yang dipilih langsung dari produsen di Yogyakarta.

“Bahkan ada yang bilang harga produk di sini lebih murah dibandingkan di Jogja. Banyak juga yang akhirnya membeli untuk dijual kembali melalui sistem titip jual atau jastip,” katanya.

Selain galeri, Lawasan Caraka juga mengembangkan fasilitas homestay yang awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan tempat menginap tamu.

Baca juga: Tembus 1.740 Peserta, Pupuk Kujang Gelar Event Lari di Kawasan Industri

“Awalnya hanya untuk tempat menginap ketika ada tamu yang harus bermalam karena lokasi kami cukup jauh dari pusat kota. Ternyata di luar ekspektasi, homestay ini justru banyak diminati meskipun Tempuran belum menjadi destinasi wisata utama,” ucapnya.

Resto lawasan caraka karawang
Suasana di salah satu sudut restoran Lawasan Caraka di Tempuran, Karawang.

Tak berhenti di situ, Lawasan Caraka juga menghadirkan berbagai paket wisata edukasi. Mulai dari edukasi pertanian, pengenalan tanaman herbal, hingga wisata pembibitan mangrove yang menjadi salah satu program unggulan.

Dalam paket tersebut, pengunjung diajak menyusuri sungai menggunakan perahu nelayan menuju kawasan hutan mangrove seluas lebih dari 100 hektare yang berada di wilayah pesisir Tempuran.

“Naik perahu sekitar empat kilometer menuju kawasan mangrove saja sudah menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung, terutama yang berasal dari perkotaan. Setelah itu mereka belajar langsung tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan,” jelas Ade.

Baca juga: Kawasan Cikampek Mulai Berbenah: Puluhan Bangli Bakal Ditertibkan, Trotoar Direvitalisasi

Ia menerangkan, wisata edukasi tersebut tidak hanya mengenalkan fungsi mangrove sebagai penahan abrasi, tetapi juga sebagai habitat berbagai satwa, tempat berkembang biak biota laut, hingga kawasan yang berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.

“Harapannya semakin banyak masyarakat yang datang sehingga bukan hanya menikmati wisatanya, tetapi juga memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove,” tuturnya.

Di sisi lain, Lawasan Caraka juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk UMKM masyarakat pesisir, seperti ikan asin dan terasi hasil olahan warga sekitar.

Menurut Ade, selama ini banyak produk lokal yang memiliki kualitas baik, namun belum mendapat pendampingan dari sisi pengemasan maupun pemasaran.

Baca juga: 1.250 Mahasiswa UNSIKA Diterjunkan Ikuti KKN, Ditarget Bawa Inovasi Hijau ke 99 Desa

“Kami ingin menjadi titik temu antara masyarakat sebagai produsen dengan pengunjung sebagai pembeli. Produk-produk UMKM pesisir sebenarnya sangat potensial, hanya saja belum banyak terekspos dan belum mendapatkan pembinaan secara maksimal,” katanya.

Ia berharap ke depan semakin banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, yang memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM pesisir agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Minimal masyarakat luas tahu bahwa Karawang punya produk-produk unggulan dari wilayah pesisir yang layak dikenal lebih luas,” pungkas Ade. (*)