KARAWANG – Warga perumahan Citra Swarna Grande menggugat developer. Pasalnya, fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang dijanjikan developer sejak 2015 tak kunjung terealisasi.
Ketua RW 006, Perumahan Citra Swarna Grande, Riki Mulyadi, menyebut gugatan tersebut merupakan tuntutan warga terhadap pengembang.
Tuntutan tersebut diantaranya seperti tempat ibadah, taman bermain, taman relaksasi, jogging track, dan tempat pemakaman.
Kemudian, ia juga mengatakan, fasilitas yang dijanjikan seperti one get system oleh pihak developer itu seharusnya benteng-benteng cluster di perumahan Citra Swarna Grande sudah dibangun. Dan biasanya, sistem keamanan dilakukan secara 24 jam. Namun hal itu semua tak kunjung direalisasikan oleh pihak developer.
Baca juga: Diduga Serobot Lahan, Pengembang Kartika Residence Dipolisikan
“Seperti one gate system itu ya sampai sekarang masih banyak lalu lalang warga lain, masih banyak jalan yang tidak tertutup, maka tak heran jika ada warga yang kehilangan sepeda motor, mengantisipasi hal serupa agar tidak terjadi soal keamanan pun itu hasil dari swadaya masyarakat,” ungkapnya.
Diketahui, perumahan yang beralamat di Jl. Raya Kosambi-Telagasari, Kecamatan Klari ini, sampai saat ini ada 6 RT dan 6 Cluster dengan jumlah total penghuni 700 kepala keluarga.
Perumahan Citra Swarna Grande berdiri di atas tanah seluas 102 (ha) ini merupakan milik Perusahaan Properti dari Citra Swarna Group.
Ditambahkan Riki, seharusnya selama 7 tahun pihak Developer sudah memberikan fasilitas itu semua terhadap masyarakat perumahan Citra Swarna Grande. Namun nyatanya hingga hari ini tak terealisasi alias pemberi harapan palsu (PHP).
Baca juga: Soal Dugaan Serobot Lahan, Pengembang Kartika Residence Bakal Digugat Rp5 Miliar
“Fasilitas yang sejak awal dijanjikan dari tahun 2015 sampai sekarang belum ada yang direalisasikan, kita juga telah melayangkan somasi sebanyak tiga kali tapi belum ada tindak lanjut,” paparnya.
Belum lagi di setiap musim penghujan, sambungnya,, akses jalan yang menghubungkan antar cluster kerap digenangi air.
“Soal drainase, jujur beberapa tahun kebelakang ini kita sering banjir meskipun hanya di jalan saja tapi tetap namanya warga intinya ingin bebas banjir. Kalau kendaraan lewat masuk ke dalam rumah limpasannya, belum lagi masuk ke saluran air kamar mandi,” jelasnya.
Semua tuntutan tersebut sesuai janji pengembang saat menawarkan terhadap kosumen. Seperti one gate system atau sistem satu pintu sebagai akses keluar dan masuk, bebas banjir, dan sarana fasos fasum, dan tentunya janji itu semua menjadi bekal bagi warga perumahan Citra Swarna Grande untuk menggugat pihak developer.
Hingga berita ini dirilis, pihak Estate Manager Citra Swarna Grande, Lasni Lasarus tidak menjawab panggilan dan pesan WhatsApp juga hanya dibaca. (kii)








