Beranda Karawang PHRI Karawang Sebut Industri Perhotelan Terpukul

PHRI Karawang Sebut Industri Perhotelan Terpukul

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Mewabahnya Covid-19 memberikan dampak ke berbagai sektor, termasuk pariwisata.

Di Indonesia, sektor bisnis hotel dan restoran sudah merasakan dampak adanya wabah Corona sejak Januari 2020 lalu. Begitupun halnya di Kabupaten Karawang.

Pandemi Corona yang terus menyebar di Indonesia membuat industri perhotelan Karawang terpukul.

Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karawang mencatat tingkat okupansi hotel terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dengan jumlah hunian kamar hotel hanya mencapai 20 peesen.

Ketua Bidang Hotel PHRI Karawang, Dasep Supriatna Barlie mengatakan turunnya okupansi hotel ini sudah terjadi sejak bulan Januari dan terus berlanjut pada bulan Februari, Maret, hingga bulan April ini.

Bila kondisi ini terus terjadi, Dasep mengungkapkan tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak hotel yang memilih tutup karena besarnya beban operasional yang harus dikeluarkan. PHRI Karawang mencatat hingga pertengahan bulan ini sudah tiga hotel menutup usahanya lebih awal.

“Sejauh ini okupansi di bulan Januari kita memang masih bagus, kita rata-rata di seluruh Karawang 48 persen. Namun okupansi kita drop di bulan Februari 28 persen dan sampai sekarang di bulan April ini kita sudah 3 hotel tutup untuk sementara dan tidak menutup kemungkinan jika Covid-19 ini berkepanjangan hotel yang lain pun akan mengalami hal yang sama,” kata Dasep menjelaskan.

Ditandaskan Dasep, Covid-19 memukul semua sektor usaha perhotelan baik yang berada di luar kawasan Industri maupun yang berada didalam kawasan. Hanya perbedaannya cepat atau lambat.

Untuk hotel-hotel yang berada di dalam kawasan industri memang dampaknya agak lama karena banyak tamu yang tinggal lama atau longstay. Tetapi untuk hotel-hotel dengan market tertentu yang pangsa pasarnya banyak bekerja sama dengan pemerintahan sangat terdampak walaupun tidak terlalu cepat.

“Sementara hotel yang masih bertahan menyiasatinya dengan merumahkan sebagian karyawannya dan menutup beberapa fasilitas untuk menekan biaya operasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Dasep menuturkan, langkah PHRI Kabupaten Karawang sendiri sebagai antisipasi adalah mengajukan beberapa relaksasi diantaranya dengan mengajukan penundaan pajak, pembayaran listrik dan hal-hal lain yang menyangkut dengan kesejahteraan tenaga kerja.

“Kita PHRI juga sudah mengirimkan surat secara formal kepada dinas terkait di Karawang agar memberikan kelonggaran dengan melakukan penundaan pembayaran pajak hingga tiga bulan kedepan,” ulasnya.

“Penundaan pembayaran pajak ini diharapkan bisa mengurangi beban operasional hotel di tengah dampak virus Corona yang menghantam industri perhotelan terutama di Kabupaten Karawang,” harapnya.

Sementara itu, Dasep menyebutkan dari 9 hotel yang terdaftar sebagai anggota PHRI, Ada 1.800 pegawai hotel yang harus dirumahkan karena Covid-19 ini. Meski belum ada PHK, namun langkah penyelamatan sudah dilakukan oleh semua hotel.

“Di Karawang total hotel anggota PHRI ada 13 Hotel, 9 Hotel Berbintang dan 4 Hotel Non Bintang, akan tetapi banyak juga hotel yang belum menjadi anggota PHRI,” pungkasnya. (nna/fzy)