KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memastikan aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berjalan normal meski sejumlah wilayah terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keputusan tersebut diambil setelah Pemkab Karawang melakukan rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, dampak abu vulkanik di Karawang relatif minim lantaran wilayah tersebut berada di ujung jangkauan paparan.
Baca juga: BMKG Intensifkan Pantauan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Abu Vulkanik Capai Ketinggian 50 Ribu Kaki
Menurutnya, kondisi tersebut belum menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Kemarin saya sudah rapat BPBD, juga rapat dengan Sekda Jabar. Kalau di kita kan paling ujung lah ya, saya bilang enggak terlalu ini lah. Kalau anak-anak dengan sekolah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), saya pikir enggak mungkin juga. Udah sekolah aja masuk,” ujar Aep, Senin (7/9).
Meski KBM tetap berlangsung, Pemkab Karawang tetap melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan masyarakat. Aep menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang untuk melakukan sosialisasi mengenai penggunaan masker, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.
“Cuma saya sudah perintahkan hari ini Dinkes untuk sosialisasi pakai masker ke masyarakat. Ada yang terdampak, tapi tidak terlalu signifikan ya,” katanya.
Baca juga: Geger Bayi Dibuang di Karawang, Ibu-Bapaknya Ditangkap Polisi: Malu Hamil di Luar Nikah
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Usep Supriatna, membenarkan adanya paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah Karawang berdasarkan analisis BMKG.
Namun, tingkat paparan di Karawang dinilai masih relatif ringan dibandingkan wilayah yang berada lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau.









