
KARAWANG – Para petani memadati Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Pakisjaya, Kantor Desa Tanah Baru, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, Kamis (12/2). Mereka datang untuk menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dalam kegiatan tersebut, para petani nampak antusias mengikuti kegiatan. Sebab selain pemeriksaan kesehatan, mereka juga mendapatkan rekomendasi medis dan pengobatan secara gratis.
“Cek kesehatan gratis untuk petani ini tentu cukup penting, sehingga petani bisa memantau kesehatannya,” ungkap Kepala BBRMP Jabar Kementerian Pertanian, Detia Tri Yunandar.
Baca juga: Geger Tangisan Bayi di Tumpukan Sampah Karawang, Diduga Dibuang Usai 2 Jam Dilahirkan
Menurutnya, momentum CKG ini memberi manfaat luar biasa untuk para petani dan komunitas pertanian kita.
Kondisi petani yang sehat, kata dia, akan berdampak langsung terhadap kemajuan sektor pertanian nasional. “Dengan petani yang sehat, sektor pertanian akan semakin maju dan negara tentunya semakin kuat,” kata dia.
Dia mengulas, program CKG merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan mendorong pencegahan dan deteksi dini penyakit melalui layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis bagi masyarakat.
Baca juga: Bermodal Senpi Mainan, Dua Pelaku Curanmor Tak Berkutik Dibekuk Polisi di Karawang
Dalam pelaksanaannya, para petani cukup membawa KTP untuk mendapatkan layanan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan setahun sekali dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Niken Wastu Palupi, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan cakupan CKG terus meningkat.
Pada 2025, program tersebut ditargetkan menjangkau 70 juta orang dan meningkat menjadi 136 juta pada 2026.
Baca juga: Ketua DPRD Karawang Bahas Solusi Kemacetan Puri Kosambi, Opsi Overpass Masih Dikaji
Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian, agar seluruh petani dapat memanfaatkan program tersebut.
“Tahun ini kami berharap 100 persen petani bisa mendapatkan program CKG. Mohon dukungan para penyuluh untuk mendorong dan memantau para petani agar memanfaatkan layanan ini,” kata Niken.








