Beranda Headline Berdiri Sejak 1912, SDN Pisangsambo Karawang Dipugar Tanpa Mengubah Keaslian

Berdiri Sejak 1912, SDN Pisangsambo Karawang Dipugar Tanpa Mengubah Keaslian

Sdn pisangsambo berdiri 1912
SDN Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, yang telah berdiri sejak 1912, kini tengah menjalani proses pemugaran.

KARAWANG – SDN Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, yang telah berdiri sejak 1912, kini tengah menjalani proses pemugaran. Berstatus sebagai bangunan cagar budaya, proses pemugaran sekolah tersebut tidak bisa dilakukan seperti renovasi bangunan pada umumnya.

Kepala Tim Cagar Budaya, Permuseuman dan Pembinaan Sejarah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang, Wiwik Fitri Wulandari mengatakan, SDN Pisangsambo ditetapkan sebagai cagar budaya pada 2023.

Penetapan tersebut dilakukan setelah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Karawang terbentuk pada 2022 dan memberikan rekomendasi penetapan pada 2023.

Baca juga: Speedboat Bawa Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda, 7 Orang Masih Dicari

Menurut Wiwik, pemugaran dilakukan lantaran sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan. Sebelum proses tersebut berjalan, pihak sekolah telah mengusulkan perbaikan dan dilakukan koordinasi hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Namun, karena merupakan bangunan cagar budaya, proses pemugaran harus memperhatikan prinsip pelestarian.

“Bangunan cagar budaya itu treatment-nya lebih spesial dari bangunan biasa,” ujar Wiwik saat diwawancarai pada Rabu, (9/9).

Ia menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam proses pemugaran. Sementara dari sisi pelestarian, Disdikbud melibatkan TACB untuk memastikan pekerjaan tetap sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya.

TACB kemudian menyarankan penggunaan Tim Ahli Pemugaran yang memiliki keahlian khusus. Tim tersebut didatangkan dari Bandung lantaran Kabupaten Karawang belum memiliki tenaga ahli pemugaran dengan kapasitas tersebut.

Sejumlah tahapan dilakukan sebelum bagian bangunan dipasang kembali, mulai dari survei, pengukuran hingga pendokumentasian kondisi bangunan.

Baca juga: Join Sehat Fitness Hadir di Karawang, Lengkapi Fasilitas Gym dengan Kedai Santai

“Karena kita memang pengen menjaga itu sesuai dengan keasliannya. Karena dia kan berdiri 1912, nggak boleh sampai ada perubahan sebenarnya sekecil apa pun,” katanya.

Wiwik menuturkan, keaslian bangunan menjadi salah satu hal utama yang harus dipertahankan. Tidak hanya bentuk dan tata letak, material yang digunakan dalam pemugaran juga harus disesuaikan dengan material aslinya.

Material lama yang masih layak dipertahankan akan dikonservasi. Sementara bagian yang mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan kembali harus diganti dengan material yang memiliki karakter serupa.

Hal tersebut salah satunya diterapkan pada genteng. Penggantian genteng tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus disesuaikan dengan material sebelumnya.

Begitu pula dengan kayu-kayu yang masih bertahan sejak masa kolonial. Kayu tersebut dikonservasi dan menjalani fumigasi untuk mencegah serangan rayap sehingga tetap dapat dipertahankan.

Sistem sambungan bangunan juga menjadi perhatian. Komponen seperti pasak, engsel maupun perangkat penyambung lainnya tidak serta-merta diganti menggunakan material modern apabila tidak sesuai dengan konstruksi aslinya.

Bahkan, jika material tertentu sudah sulit ditemukan, tim pemugaran harus mencari pihak yang dapat membuat perangkat dengan karakter dan bentuk yang sesuai.

“Materialnya harus sama. Kayak penyambung, engsel, itu mereka sudah benar-benar meriset itu bisa dicari di mana,” ungkapnya.

Selain material, karakter bangunan panggung yang menjadi bagian dari bentuk awal SDN Pisangsambo juga diupayakan untuk dikembalikan.