Beranda Regional DPRD Karawang Minta Seleksi Direksi PDAM Ditunda

DPRD Karawang Minta Seleksi Direksi PDAM Ditunda

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Nana Nurhusna Hidayat menyayangkan keputusan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karawang yang memaksakan untuk melakukan seleksi Direksi PDAM Tirta Tarum Karawang disaat kondisi keuangan PDAM itu sendiri sedang kolaps.

 

Diungkapkan Nana, dari informasi yang didengar pihaknya, untuk membayar gaji karyawan dan bayar listrik saja PDAM Tirta Tarum belum tentu mampu melihat kondisi keuangan yang dimiliki oleh PDAM sekarang. “PDAM ini seperti main lenong,”ujarnya.

Menurut Nana, uang yang dimiliki PDAM Tirta Tarum saat ini konon hanya tinggal Rp. 1,3 Miliar. Kalau saja diambil untuk biaya seleksi Rp. 600 juta, sudah dapat dihitung tinggal berapa sisanya.

Oleh karenanya, Nana meminta semua pihak dalam hal ini Pemkab dan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM berpikir realistis dan logis. Meski, PDAM Tirta Tarum butuh Direksi yang kredibel dan profesional, dan membutuhkan adanya pembenahan dan pergantian di internal management PDAM untuk PDAM yang lebih baik lagi dalam melayani masyarakat Kabupaten Karawang.

“Untuk saat ini, ada baiknya PDAM berupaya memulihkan terlebih dahulu keuangan. Kalau tidak ada uangnya, mau bagaimana ? Jangan maksa,” tandasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/11).

Politisi Partai Gerindra ini juga memberikan solusi, dimana menurutnya Bupati Karawang selaku owner dan Dewas menanyakan kepada dua Direksi yang ada, kesanggupan mereka memulihkan keuangan PDAM dalam beberapa waktu ke depan. Tidak ada salahnya, untuk sementara waktu ditunda seleksi Direksi, sampai kondisi keuangan benar-benar pulih dan stabil.

“Yang membuat saya heran, ini Ketua Panitia Seleksi (Pansel) beserta jajarannya, sebelum mengumumkan soal seleksi, mestinya mengecheck dulu kondisi keuangan PDAM seperti apa ? Jangan terkesan serampangan dalam mengambil keputusan dalam melangkah. Padahal Pansel terdiri dari pihak Pemkab Karawang, Dewas, dan juga internal PDAM,” tegasnya.

Terakhir, Nana menegaskan, seharusnya Pemkab dan Dewas merasa malu, karena mengumunkan kepada masyarakat akan tahapan seleksi dalam keadaan keuangan PDAM begitu buruk. Dan Komisi B selaku mitra dari PDAM Tirta Tarum menyarankan lebih baik seleksi Direksi ditunda.

“Lebih baik kalau memang kondisi keuangannya tidak ada ya, dibatalkan saja. Jangan sampai mengorbankan hak karyawan dan operasional PDAM. Coba saja kalau listrik tidak terbayar, bisa jadi operasional PDAM terhambat, pelanggan bisa menjerit,”pungkasnya.(cr2/ds)