Beranda Headline Green House Batik Kreasi Tuli di Karawang Jadi Ruang Pemberdayaan Teman Tuli

Green House Batik Kreasi Tuli di Karawang Jadi Ruang Pemberdayaan Teman Tuli

Green house kreasi batik
Green House Batik Kreasi Tuli yang digagas Founder Kreasi Tuli Indonesia (KTI), Inaraya, akhirnya terwujud setelah mendapat dukungan dari PT Inti Pantja Press Industri (PT IPPI) bersama Yayasan Amaliah Astra.

KARAWANG – Green House Batik Kreasi Tuli yang digagas Founder Kreasi Tuli Indonesia (KTI), Inaraya, akhirnya terwujud setelah mendapat dukungan dari PT Inti Pantja Press Industri (PT IPPI) bersama Yayasan Amaliah Astra.

Green House yang berada di Pendopo Taman Cimanuk III, Adiarsa Barat, Kabupaten Karawang, tersebut diresmikan pada Jumat (25/9/2026).

Inaraya mengatakan, keberadaan Green House merupakan salah satu mimpi sejak awal mendirikan workshop Batik Kreasi Tuli. Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam proses pembuatan batik menggunakan pewarna alam.

Baca juga: Pasien IGD RSUD Karawang Menumpuk Sampai di Ambulans, Kebanyakan Anak Terkena ISPA

“Green House ini adalah mimpi kami sejak awal mendirikan workshop batik, karena peran penting Green House dalam pembuatan batik dengan pewarna alam. Alhamdulillah pihak IPPI dan YAA menyambut baik dan bisa mewujudkan Green House ini,” kata Inaraya.

Ia berharap keberadaan Green House dapat menambah khasanah batik di Karawang melalui pengembangan batik dengan pewarna alam. Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan membuat teman-teman disabilitas yang bergabung di KTI dapat mengerjakan batik dengan lebih nyaman.

“Semoga bisa bermanfaat untuk menambah khasanah batik di Karawang dengan hadirnya batik pewarna alam nantinya, dan berguna untuk teman-teman disabilitas yang bergabung di KTI supaya bisa mengerjakan batik dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Dukungan pembangunan Green House tersebut diberikan PT IPPI bersama Yayasan Amaliah Astra sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di sekitar perusahaan, khususnya wilayah Ring 1.

Direktur Manufacturing PT IPPI, Octa Yudha, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat di sekitar kawasan industri tempat PT IPPI beroperasi.

Baca juga: Meski Tambang Ditutup, Truk Milik PT JSI Karawang Masih Lalu-lalang di Jalan Badami-Loji

“Kami berbagi dengan masyarakat di Karawang ini. Harapannya, apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan Batik Kreasi Tuli ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Karawang,” kata Octa.

Menurutnya, program pemberdayaan penyandang disabilitas melalui KTI menjadi program pertama PT IPPI yang secara khusus menyasar kelompok disabilitas. Sebelumnya, perusahaan telah menjalankan sejumlah program sosial lainnya di masyarakat.

Octa menilai Batik Kreasi Tuli memiliki potensi untuk berkembang karena tidak hanya memberdayakan teman-teman tuli, tetapi juga mengusung konsep produksi yang ramah lingkungan.

“Teman-teman disabilitasnya diberdayakan, tapi juga mengusung konsep yang eco-friendly. Itu yang menjadi lebih menarik dan ada beberapa sisi yang bisa kita coba bantu untuk lebih dikembangkan,” ujarnya.

Presiden Direktur PT IPPI, Yoga Dina Suryawan, mengatakan dukungan terhadap KTI merupakan bagian dari kepedulian perusahaan yang telah memasuki tahun ketiga melalui kolaborasi dengan Yayasan Amaliah Astra.

Sebelumnya, PT IPPI bersama Yayasan Amaliah Astra turut mendukung sejumlah program sosial, seperti pembangunan sumur bor dan pemberian santunan bagi anak yatim serta dhuafa. Tahun ini, dukungan diarahkan pada pemberdayaan ekonomi agar masyarakat sekitar perusahaan dapat meningkatkan penghasilan.

“Kita ingin masyarakat agar tambah berdaya. Mereka bisa meningkatkan penghasilannya. Mudah-mudahan terus kita pantau sampai mereka mandiri,” kata Yoga.

Baca juga: Unsika Mulai Bangun Gedung Amphitheatre dan Peternakan Senilai Rp5,25 Miliar

Selain membantu pembangunan Green House, PT IPPI juga memberikan dukungan pemasaran dengan membeli produk suvenir Batik Kreasi Tuli untuk dibagikan sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap produk karya teman-teman tuli.

Yoga menyebut tantangan yang perlu diperkuat dalam pengembangan usaha seperti KTI bukan hanya dari sisi produksi maupun pendanaan, tetapi juga pemasaran agar produk dapat dikenal lebih luas dan menyasar segmen pasar yang tepat.