Beranda Karawang Menilik Prestasi SDN Adiarsa Timur 1 Karawang di Tengah Keterbatasan Fasilitas

Menilik Prestasi SDN Adiarsa Timur 1 Karawang di Tengah Keterbatasan Fasilitas

Prestasi sdn adiarsa timur 1 karawang
Keterbatasan fasilitas tidak menghalangi siswa-siswi SDN Adiarsa Timur 1 Karawang untuk terus mendulang prestasi.

KARAWANG – Keterbatasan fasilitas tidak menghalangi siswa-siswi SDN Adiarsa Timur 1 Karawang untuk terus mendulang prestasi. Sekolah yang saat ini masih menumpang di lahan milik pihak lain itu berhasil melahirkan sejumlah siswa berprestasi, mulai dari tingkat kecamatan hingga internasional.

Berbagai capaian berhasil diraih para siswa, mulai dari cabang pencak silat, atletik, Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPAS tingkat kecamatan, hingga bidang seni dan olahraga.

Bahkan salah satu siswi bernama Khansa pernah mengikuti kejuaraan taekwondo tingkat internasional di Yogyakarta.

Baca juga: Selama Data Terjaga, Disdukcapil Karawang Tegaskan Fotokopi e-KTP Masih Diperbolehkan

Guru olahraga sekaligus pembimbing siswa, Azmi Rahmawan mengatakan, pembinaan ekstrakurikuler silat di sekolah tersebut sudah berjalan sejak lama. Namun karena keterbatasan fasilitas, latihan kini lebih sering dilakukan di lapangan LDII dengan dukungan pelatih dari lingkungan sekitar.

“Silat di sini sudah ada sejak lama. Sekarang latihannya lebih banyak di luar sekolah, dibantu juga oleh orang tua dan pelatih dari LDII. Alhamdulillah perkembangannya bagus dan hampir setiap tahun ada prestasi,” ujar Azmi.

Menurutnya, siswa SDN Adiarsa Timur 1 rutin mengikuti perlombaan mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten. Pada sejumlah kompetisi pencak silat, para siswa beberapa kali berhasil membawa pulang gelar juara.

Baca juga: 173 Mahasiswa Unsika Diwisuda, Rektor Bagikan 7 Pesan Penting soal Kehidupan

“Kalau lomba biasanya selalu ada yang juara, minimal harapan. Tahun ini sempat juara di tingkat kecamatan dan lanjut ke tingkat kabupaten,” katanya.

Tak hanya silat, sekolah tersebut juga memiliki siswa berprestasi di cabang atletik dan akademik. Meski sempat gagal melaju karena persoalan verifikasi usia, Azmi menilai semangat siswa untuk berkembang tetap tinggi.

Ia mengakui kondisi sekolah saat ini memang jauh dari ideal, terutama untuk kegiatan olahraga. Meski begitu, para guru terus berupaya menjaga semangat belajar siswa agar tidak merasa minder dengan keterbatasan yang ada.

“Kalau untuk olahraga memang fasilitasnya belum layak. Tapi kami terus memberi motivasi supaya anak-anak tetap semangat belajar dan berprestasi,” ucapnya.