
“Sekarang jangankan mandi, makan saja susah lagi. Traumanya muncul lagi,” tambahnya.
Baca juga: Usai Lebaran, Pemkab Karawang Janji Bentuk Dewan Pertimbangan Cagar Budaya
Buka Donasi, Harap Uluran Tangan untuk Pengobatan Korban
Di tengah kondisi tersebut, pihak kuasa hukum bersama Ketua RT setempat juga membuka donasi untuk membantu kebutuhan pengobatan dan pemulihan NA.
Langkah ini dilakukan karena hingga saat ini keluarga korban masih mengalami keterbatasan ekonomi, sementara kebutuhan biaya pengobatan dan rencana rujukan ke rumah sakit lanjutan terus berjalan.
“Kami bersama lingkungan membuka donasi untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan korban. Karena memang keluarga dalam kondisi tidak mampu,” ujar Saepul.
Ia juga menyoroti belum adanya bantuan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Karawang setelah korban keluar dari rumah sakit.
“Sejauh ini, setelah dari rumah sakit, belum ada uluran tangan lagi dari pemerintah daerah. Padahal kebutuhan korban masih panjang, baik untuk pengobatan maupun pemulihan psikologis,” tambahnya.
Saepul pun berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat luas untuk membantu masa depan korban.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah dan juga masyarakat. Anak ini masih kecil, masa depannya masih panjang, jangan sampai terhenti karena kondisi seperti ini,” tandasnya.
Kuasa hukum memastikan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas, sekaligus mengupayakan berbagai langkah untuk membantu pemulihan korban secara menyeluruh. (*)













