Beranda Headline Komitmen Wujudkan Karawang Zero Waste, Bupati Aep Belajar Pengelolaan Sampah ke Banyumas

Komitmen Wujudkan Karawang Zero Waste, Bupati Aep Belajar Pengelolaan Sampah ke Banyumas

Bupati aep belajar sampah ke banyumas
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengunjungi tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk belajar pengelolaan sampah.

KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh bertolak ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk belajar pengelolaan sampah. Pasalnya, Banyumas diketahui merupakan daerah yang paling sukses melakukan pengelolaan sampah, bahkan di Asia Tenggara.

Aep menilai Banyumas sudah sangat sukses berkomitmen mewujudkan zero waste to landfill dan menekan emisi gas rumah kaca. Di Banyumas saat ini sudah tidak ada lagi TPA.

Sebaliknya justru Pemkab Banyumas memperbanyak TPST: dari 27 kecamatan di Banyumas, mereka mempunyai 29 TPST. Dari jumlah kecamatan tak jauh berbeda dengan Karawang hanya saja jumlah rumah tangga dan produksi sampah rumah tangga di Karawang jauh di atas Banyumas.

Baca juga: Ramai Dinding Flyover Bypass Karawang Retak, Bupati Aep Langsung Cek, Ternyata Ini Masalahnya

Setiap kecamatan di Banyumas punya TPST sendiri. Hanya dalam kurun waktu 5 tahu, Pemkab Banyumas berbailik total dari 2018 berstatus darurat sampah sampai 2023 kini menjadi yang terbaik mengelolanya.

Dari 450 ton sampah rumah tangga per hari, 98% persennya diolah menjadi produk bernilai jual tinggi. Menariknya, semua unsur masyarakat juga turut dilibatkan dengan cara Pemkab Banyumas menyediakan aplikasi Jeknyong dan Salinmas: di dua apilkasi itu warga bisa jual sampah ke pemerintah daerah lewat aplikasi, tidak tunggu waktu lama Jeknyong jemput sampahnya untuk dbawa ke TPST. Harga jualnya lumayan, warga jadi semangat.

Sampah-sampah dari rumah masyarakat itu dibawa ke TPST terdekat. Untuk dikumpulkan, dipilah, dikeola hingga pemerosesan terakhir. Sampan organik dikelola menjadi magoot yang produksinya bisa mencapai 1-2 ton per hari.

Bupati aep belajar sampah ke banyumas
Kabupaten Banyumas diketahui merupakan daerah yang paling sukses melakukan pengelolaan sampah, bahkan di Asia Tenggara.

Sedangkan sampah non-organik didaur ulang menjadi batu bata, berbagai macam plastic yang siap jual, pavling blok hingga Refuse Derived Fuel (RDF). Pendapatan daerahnya besar dari pengelolaan sampah. Sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir di Kabupaten Banyumas ini mampu menekan beban APBD-nya hingga 50%.

Baca juga: Kata DLH Karawang soal Keluhan Sampah Menggunung di Mana-mana

Siap dibawa ke Karawang

Aep menyebut, Kabupaten Karawang ke depan akan mencontoh Pemkab Banyumas untuk menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah dari tingkat hulu ke hilir. Ia mengakui, untuk Langkah awal ia akan menuntaskan dulu permasalahan pengelolaan sampah di tingkat hilir yakni TPAS Jalupang.

“Termasuk sektor SDM pengelolaan sampah juga akan mulai kami benahi,” kata dia.

Selain itu, dalam beberapa waktu ke depan, dikatakan Aep, Pemkab Karawang juga bakal mengajak kelompok swadaya masyarakat (KSM) pengelola sampah di Kabupaten Banyumas untuk datang ke Kabupaten Karawang.

“Kami minta bantuan KSM ini melakukan pemantauan kebiasaan masyarakat Karawang untuk menganalisas pola persampahan di Karawang agar ketika kebijakan pengelolaan sampah di Banyumas dipakai di Karawang bisa selaras baik rencana, proses hingga goalnya. Lalu selanjutnya memberangkatkan atau memagangkan SDM di Karawang ke Banyumas,” kata Aep.

Baca juga: Bikin Sertifikat Gratis lewat PTSL tapi Disuruh Bayar? Lapor ke BPN Karawang

Aep juga menuturkan, ke depan di TPAS Jalupang akan dibangun hanggar atau tempat pengelolan sampah reduce, reuse and recycle (TPS3R) dan dilanjut membangun TPST di kecamatan-kecamatan.

Khusus kampanye partisipasi masyarakat ikut serta menyukseskan program pengelolaan sampah ke depan, Aep juga akan meninstruksikan kepada desa dan lurah untuk proaktif menjaga dan mengajak masyarakat ikut ambil bagian menyukseskan proram ini.

“Termasuk BLUD yang khusus mengurusi pengelolaan sampah juga kemungkinan kami buat layaknya Puskemas hari ini. Ada di setiap kecamatan,” kata dia.

Di Karawang sendiri, proses daur ulang menjadi barang bernilai jual sangat tinggi potensinya. Termasuk menyeriuskan pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang pasar pembelinya bisa besar.

“Termasuk soal sampah plastik, di Karawang banyak perusahaan yang memproduksi atau setiap harinya menyumbangkan sampah plastic yang sampahnya harus dibakar, nanti kita ajak mereka ikut menyukseskan program pengelolaan sampah dari hulu ke hilir di Karawang. Aep minta doa dan bantuannya dari masyarakat Karawang, mudah-mudahan saya bersama temen-temen di Pemkab Karawang bisa lancar dan berhasil menuntaskan PR pengelolaan sampah di Karawang,” tukasnya. (*)