Beranda Bekasi Masih Longgar, Walikota Janjikan Perketat PSBB

Masih Longgar, Walikota Janjikan Perketat PSBB

TVBERITA.CO.ID, KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dengan kendaraan roda empat menyisir wilayah ke kecamatan-kecamatan sekaligus memantau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini sudah berjalan di Kota Bekasi.

Bersama Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Junaedi, dan Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid, Kusnanto Saidi dengan tiga rombongan kendaraan roda empat memulai dari Kecamatan Bekasi Barat bertujuan ke titik lokasi PSBB di Cakung-Bintara.

“Masih terpantau Jumat sore, kepadatan para pengendara dalam menggunakan roda 2 maupun roda 4, akan tetapi para pengendara mematuhi peraturan protokol kesehatan dengan menggunakan masker,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi kepada Tvberita.

Pantauan pertama berada di dua kecamatan yakni, Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Pondok Gede, di antaranya Perbatasan Tol arah Cakung – Bintara, Exit Tol Sumber Arta, Simpang 5 Pondok Gede. Dalam area tersebut, para petugas Pemantauan PSBB terlihat beberapa dari Anggota Dinas Perhubungan Kota Bekasi dan Anggota Satpol PP Kota Bekasi dengan membawa alat pengecekan suhu di check point yang telah ditentukan.

Menuju lokasi perbatasan Kecamatan Mustika Jaya di Dukuh Zamrud, juga masih banyak pengendara yang berkeliaran tidak menggunakan masker, hal ini sangat disayangkan karena sosialisasi yang dilakukan oleh para Aparatur Pemerintah Kota Bekasi tidak dipatuhi. Dan akan lebih tegas lagi untuk hari selanjutnya dalam Pemberlakuan PSBB, juga dilangsir karena tepatnya pada hari ini di kalender tepat pada tanggal merah yakni Hari Buruh Sedunia.

Pada titik perbatasan PSBB di arah Kalimalang – Bekasi Timur, Wali Kota menemukan adanya para petugas dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi sedang berisitirahat, dengan beralasan bahwa pada siang ini sedang melaksanakan ibadah puasa, jadi menyempatkan untuk berteduh di bawah pos yang berada di titik tersebut.

“Kita juga memberikan arahan saling bergantian untuk penjagaannya agar tidak ada yang terlewatkan untuk para pengendara yang tidak teratur dalam pemberlakuan PSBB di Kota Bekasi,” jelasnya.

Pada saat di traffic light Jl. Chairil Anwar, Wali Kota sempat menyuruh stafnya untuk menelepon Dinas Sosial Kota Bekasi, karena mendapatkan para pekerja di bawah umur di traffic light, yang seharusnya mereka berada di rumah dalam Covid-19 ini. Dan menegaskan untuk diberikan pembinaan di rumah singgah yang berada di Kelurahan Pedurenan.

Lokasi berikutnya, Perbatasan Ganda Agung dan Jembatan Besi Sasak Jarang, lokasi ini juga masih tidak ada kesadaran dari para pengendara yang mengacuhkan aturan yang telah dibuat, padahal tidak henti-hentinya para ASN dan Non ASN untuk lakukan sosialisasi di 32 titik perbatasan dan melakukan woro-woro di wilayahnya.

Pemberlakuan PSBB yang telah diperpanjang di Kota Bekasi sesuai dengan izin dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Gubernur Jawa Barat adalah langkah utama dalam pencegahan penanganan Covid-19 ini untuk meminimalisir.

“Akan tetapi warga juga belum bisa mematuhi anjuran yang telah disosialisasikan para Aparatur Pemerintah Kota Bekasi, ke depannya selama pemberlakuan PSBB ini di hari kedua menjadi bahan evaluasi sampai tanggal 22 Mei 2020, dan akan semakin ketat untuk penerapannya,” jelas Rahmat Effendi. (ais/fzy)