Beranda Headline Melihat Lebih Dekat Rusunawa Adiarsa Karawang yang Dikenal Angker dan Sepi Peminat

Melihat Lebih Dekat Rusunawa Adiarsa Karawang yang Dikenal Angker dan Sepi Peminat

Rusunawa angker adiarsa karawang
Gedung Rusunawa di Adiarsa Karawang yang dikenal angker.

KARAWANG – Berdiri sejak 2005 silam, Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Adiarsa Karawang tidak pernah lepas dari kesan angker. Cerita mistis tentang sosok perempuan bergaun merah tengah menggendong anaknya bukan hal baru bagi para penghuni Rusunawa.

Salah seorang penghuni, Abah Hendar (63) misalnya, mengaku seringkali menyaksikan kejadian horor, dari mulai kesurupan masal, melihat sosok penampakan perempuan bergaun merah hingga korban kecelakaan.

“Sudah enggak aneh, paling sering itu orang-orang di sini melihat sosok perempuan berbaju merah,” ungkapnya kepada tvberita.co.id pada Kamis, 7 September 2023.

Baca juga: Girangnya Mahasiswa di Karawang Ketika Skripsi Tak Lagi Diwajibkan

Hendar menceritakan, sebelumnya di lantai 1 ada sekolah PAUD. Tapi kini sudah tidak beroperasi karena sempat ada tragedi kesurupan masal.

“Selain kesurupan masal, pernah ada juga anak remaja yang loncat dari lantai 4. Anehnya hanya keseleo, dan pas ditanya katanya dia denger ada yang manggil,” tuturnya.

Dari pantauan tvberita.co.id, Rusunawa berlokasi di Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Ketika memasuki area Rusunawa, kondisi gedung setinggi 4 lantai ini nampak usang dan kurang terawat. Cat temboknya yang berwarna hijau pastel terkelupas tak beraturan.

Baca juga: Kisah Seniman Lukis di Karawang: Pamerkan Karya ke Timur Tengah hingga Laris Dibeli Menteri

Di beberapa sudut luar gedung, terlihat retakan dinding yang cukup lebar.

Rusunawa angker adiarsa karawang

Kesan angker semakin melekat ketika mengetahui bahwa gedung ini dibangun di bekas lahan rumah sakit umum daerah (RSUD) Karawang.

Hanya terisi 28 kamar

Ketua UPTD Rusunawa Adiarsa, Agung Mokhlisin menyebutkan, rusun ini menyediakan sebanyak 80 kamar.

Namun yang terisi saat ini hanya 28 kamar saja dengan total 72 penghuni. “Jumlah penghuni saat ini ada 28 kamar dari 80 kamar,” terangnya.

Rusunawa lantai 1 disewakan Rp 200.000 per bulan. Lantai 2 Rp 150.000 per bulan, lalu lantai 3 Rp 135.000 per bulan.

Sedangkan lantai 4 kosong tidak berpenghuni sama sekali karena kondisinya tidak layak huni.

Baca juga: Emak-emak Jengkel Harga Beras di Karawang Naik Terus, Minta Pemerintah Bertindak

Selain karena atapnya yang sering bocor, juga karena kamar mandi di dalamnya tidak bisa digunakan.

Ia berharap, setidaknya Rusunawa kedepan dibenahi dan menjadi alternatif hunian layak bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Kamar-kamar sudah tidak layak huni, sering terjadi kebocoran juga. Pengelolaan dan perbaikan juga hanya skala kecil saja,” tutupnya. (*)