Beranda Headline Nyaris Tewas di Tangan Anak, Derita Mak Iyoh di Karawang Berakhir Usai...

Nyaris Tewas di Tangan Anak, Derita Mak Iyoh di Karawang Berakhir Usai Bupati Aep Turun Tangan

Mak iyoh di karawang
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menyambangi kediaman Mak Iyoh dan membantu mengevakuasi anaknya yang mengalami gangguan mental. Foto: istimewa

KARAWANG — Kisah pilu datang dari seorang ibu di Karawang, Jawa Barat bernama Mak Iyoh. Selama bertahun-tahun ia harus berjuang merawat anaknya yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Anaknya itu diketahui bernama Abdul Hafid (30). Hafid mengalami gangguan mental sejak usia 22 tahun. Selama 8 tahun itu lah Mak Iyoh merawatnya dengan penuh kasih sayang. Mak Iyoh tetap bertahan meski harus menghadapi situasi sulit, bahkan ancaman kekerasan dari anaknya sendiri.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa cinta seorang ibu adalah bentuk kemewahan yang paling nyata. Menurutnya, Mak Iyoh menjadi gambaran keteguhan seorang ibu yang tak pernah meninggalkan anaknya, meski dalam kondisi yang penuh keterbatasan.

Baca juga: Kepala Disarpus Bantah Warga Karawang Kini Malas Membaca: Instrumen Pengukurannya Berbeda

“Cinta dan kasih sayang seorang ibu adalah kemewahan yang paling nyata. Kasih sayang dan kepeduliannya tak pernah pudar,” ujar Aep, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan, anak Mak Iyoh mengalami gangguan kesehatan mental yang dipicu oleh luka batin akibat cinta yang tak terbalas. Sejak saat itu, kondisi kejiwaannya terus memburuk hingga kerap meluapkan emosi secara tak terkendali.

Baca juga: Bupati Karawang Siapkan Penataan Tuparev Jadi Magnet UMKM dan Wisata Kuliner Malam

Mak Iyoh dan Suami Nyaris Dibunuh

Mak Iyoh mengaku sudah sering menjadi korban amarah anaknya. Ia bahkan pernah mengalami kekerasan fisik, mulai dari dipukul hingga ditendang.

Kondisi tersebut membuatnya merasa tidak lagi sanggup menjalani hari-hari sendirian tanpa bantuan.

“Terus galak, pernah saya mau dibunuh. Bapaknya juga ditusuk lima kali, saya satu. Kemarin saya juga ditendang, tangan saya sampai bengkak,” ungkap Mak Iyoh dengan suara lirih.

Ia menuturkan, gangguan yang dialami anaknya itu berawal dari kekecewaan dalam urusan percintaan. “Dia sakit karena kepingin cewek, dia demen. Tapi ceweknya tidak demen,” tuturnya.

Di tengah keputusasaan, harapan akhirnya datang. Pemerintah Kabupaten Karawang turun tangan memberikan bantuan dan solusi konkret.