Beranda Regional Oknum Guru SMP yang Menampar Siswa Ditengahi Oleh Wabup

Oknum Guru SMP yang Menampar Siswa Ditengahi Oleh Wabup

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Wakil Bupat Karawang H. Ahmad Zamakhsyari menengahi permasalahan antara orang tua siswa dan seorang oknum guru SMPN 2 Karawang Barat yang diduga telah melakukan perbuatan kasar terhadap anaknya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Karawang menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian tersebut dan menyayangkan harus terjadi seperti itu.

Ia berpesan kepada pihak sekolah untuk dapat bersabar jika siswa-siswi didik mereka bandel atau nakal. Perbuatan kasar bukanlah solusi untuk mendidik anak.

“tolonglah jangan main tampar, kasih saja hukuman, kaya menghormat bendera atau lainnya, misalnya kurang lebih sepuluh menit lamanya,” ujar Wakil Bupati menghimbau.

Sekilas Wakil Bupati mengulas pengalamannya saat bersekolah di SMP Telagasari dulu.

Ketika ia nakal, ia pun pernah ditampar oleh gurunya, namun dirinya tidak lekas mengadukan hal tersebut kepada orang tuanya dan justru belajar mengambil hikmah dari apa yang didapatnya karena ia nakal.

“saya juga pernah di tampar oleh guru di SMP negeri Telagasari, tapi saya ambil hikmahnya,” ucapnya mengenang.

Dihadapan Kepala Sekolah dan para guru juga orang tua murid, Wakil Bupati meminta agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang. Dan berharap kedua belah pihak saling memaafkan.

“saya harapkan Kejadian ini tidak terulang lagi dan saya harap saling memaafkan,” singkatnya.

Sebelumnya, Salah seorang orang tua murid Marjani Irchandy tak terima anaknya Raden Marjan Firdaus yang bersekolah di SMPN 2 Karawang Barat kelas 7 C. Tak terima anaknya ditampar oknum guru yang bernama Nandang, hanya karena anaknya berpamitan ke toilet dengan menggunakan bahasa sunda kasar.

Bahkan sebelumnya, Marjani berencana akan melaporkan perbuatan tidak menyenangkan oknum guru tersebut kepada pihak penegak hukum.

“gara gara pingin kencing, pake bahasa Sunda “Pak hayang Kiih” anak saya langsung ditampar oknum guru tersebut,” kata Marjuni menyesalkan.

Nandang guru SMPN 2 Karawang Barat yang diduga telah menampar anak muridnya Raden Marjan , dalam kesempatan mediasi bersama orang tua murid yang di tengahi wakil bupati dan juga turut dihadiri pihak sekolah, mengaku menyesal dan minta maaf kepada orang tua Raden Marjan.

Ia mengakui tak mampu menahan emosi pasca sakit stroke yang dideritanya selama 3 tahun.

“Saya akui saya tidak bisa nahan emosi saya sakit Stroke sudah tiga tahun, sekali lagi saya mohon beribu ribu maaf,” ucapnya penuh sesal.(nna/dhi)

Komentar Facebook