Beranda Regional Pemkab Purwakarta Ambil Alih Pengelolaan TPU

Pemkab Purwakarta Ambil Alih Pengelolaan TPU

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- TPU (Tempat Pemakaman Umum) yang ada di Kabupaten Purwakarta rencananya di tahun 2018 nanti akan ditata oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Purwakarta.

Sebanyak 2000 TPU yang telah terdata oleh Distarkim merupakan pemakaman dengan berbagai kondisi dan didominasi oleh pemakaman yang terkesan tidak terawat dan menjadi kondisi yang menakutkan karena tidak didukung oleh berbagai faktor sehingga pemakaman yang ada di Kabupaten Purwakarta terkesan pemakaman yang asal asalan.

Untuk itu pemerintah daerah melalui Distarkim akan melakukan penataan dan pengeloaan TPU yang terintegrasi mulai dari pendataan aset pemerintah yang sudah digunakan sebagai TPU, kekurangan lahan untuk menjadi sebuah TPU hingga pengelolaan nantinya yang terintegrasi dengan menggunakan aplikasi Ogan Lopian milik Pemkab Purwakarta.

“Selama ini kan TPU itu hanya dipagar dan diberikan penerangan, untuk itu kami akan menata pemakaman dan mengelolanya dan tertata dengan baik, sehingga akan jauh dari kesan tidak terawat dan seram,” jelas Bupati Kabupaten Purwakarta Dedi Mulyadi, Selasa (28/11).

“Nantinya TPU ini akan terintegarasi melalui aplikasi Ogan Lopian sehingga mulai dari kematian hingga kebutuhan ambulans dan akan dimakamkan dimana akan diketahui dengan pasti, kan semua data berdasarkan NIK KTP dan nanti ada admin di masing-masing desa. Kita akan ciptakan TPU di Purwakarta yang tertata dengan baik, nyaman dan jauh dari kesan seram,” ujarnya.

Sementara Kadis Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Purwakarta Aep Durohman disela sosialisasi Penataan dan Pengelolaan TPU bersama pihak Kecamatan dan Kepala Desa se Kabupaten Purwakarta mengatakan hal ini telah disampaikan kepada Bupati Purwakarta dan disambut dengan baik.

“Kebetulan Distarkim sekarang ada Kasi Pemakaman selain Taman dan PJU, sehingga OPD inilah yang nantinya menata dan mengelola TPU yang ada di Kabupaten Purwakarta,”jelas Kadistarkim Purwakarta Aep Durohman.

“Semua sedang kita susun, pendataan aset pemerintah yang digunakan untuk pemakaman, kemudian angka kematian sekaligus pemakaman mana saja yang nantinya akan ditata terlebih dahulu, untuk itu kami nantinya akan menunggu pihak Kecamatan,” ujarnya.

“Selain itu juga kebutuhan anggarannya akan kita bahas, dan kepada Bupati juga sudah kita sampaikan, berikut nantinya seluruh penataan dan pengelolaan nantinya akan dilakukan melalui aplikasi Ogan Lopian dengan menu Distarkim, dan akan terkoneksi dengan dinas terkait,” jelasnya.

“Jadi nanti tiap wilayah ada adminnya, dan akan kita ketahui bila warga Purwakarta meninggal dunia dengan data NIK KTP nya, jadi nantinya akan bisa menggunakan mobil jenazah bila dibutuhkan kemudian TPU mana yang dijadikan tempat pemakaman, dan nantinya akan diketahui apakah pemakaman tersebut masih bisa digunakan atau tidak untuk menghindari penumpukan,” ujarnya.

“Untuk itu semuanya juga akan kita bahas dengan sebaik-baiknya, begitu juga landasan hukumnya, apalagi menurut data yang kami terima angka kematian sekitar 1000 jiwa pertahun, angka ini harus diimplementasikan dalam pengeloaan TPU nanti, kalaupun TPU sudah penuh maka pihak Desa maupun Kecamatan bisa mengajukan lahan baru, tetapi nanti kita sesuaikan dengan data aset pemerintah daerah yang sedang kita data hari ini, dan harapan kami tahun 2018 sudah bisa berjalan,” pungkasnya.(trg/ris)