KARAWANG – SDN Palumbonsari IV, Karawang kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup. Setelah meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten pada 2022 dan berlanjut hingga tingkat Provinsi Jawa Barat, sekolah tersebut kini kembali diajukan mewakili Kabupaten Karawang dalam seleksi Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.
SDN Palumbonsari IV menjadi salah satu dari beberapa sekolah di Kabupaten Karawang yang diusulkan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional dalam program sekolah berbudaya lingkungan tersebut.
Kepala SDN Palumbonsari IV, Nining Rusminar menjelaskan, program sekolah berbasis lingkungan hidup telah dijalankan secara konsisten sejak sekolahnya meraih predikat Adiwiyata pada tahun sebelumnya. Konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan Dinas Lingkungan Hidup kembali mengajukan SDN Palumbonsari IV sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional tahun ini.
Baca juga: Mantan Kades Nangewer Tak Miliki Data Penyertaan Modal Bumdes Tahun 2018-2021
Menurutnya, berbagai persiapan untuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang penilaian terus dilakukan secara bertahap.
Sekolah juga membentuk Tim Adiwiyata yang terdiri dari beberapa kelompok kerja (pokja) sesuai indikator penilaian, seperti Pokja Pengelolaan Sampah dan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Pokja Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman (Green House/Taman), Pokja Konservasi Energi, sanitasi, kantin sehat, hingga kader Adiwiyata.
“Untuk menuju Sekolah Adiwiyata Nasional ini, tim kami semua bergerak bersama,” ujarnya kepada tvberita pada Jumat, (8/5).

Ia menjelaskan, keunggulan SDN Palumbonsari IV tidak hanya terletak pada program lingkungan, tetapi juga keterlibatan seluruh warga sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Pemkab Karawang Dapat 1 Ekor Sapi dari Presiden Prabowo
Berbagai kegiatan rutin dilakukan bersama guru, siswa, orang tua, komite sekolah hingga masyarakat sekitar. Di antaranya aksi bersih-bersih di Pantai Ciparage, kunjungan ke tempat konservasi dan taman kota sebagai bentuk edukasi sekaligus pembiasaan kepada siswa, hingga menjalin kemitraan dengan sejumlah instansi pegiat lingkungan.
“Kami ingin membentuk habit anak-anak supaya peduli lingkungan. Jadi bukan sekadar lomba, tapi bagaimana budaya itu terus berjalan,” katanya.
Meski memiliki keterbatasan sarana dan prasarana dibanding sekolah lain, hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi SDN Palumbonsari IV untuk terus berkembang dan berinovasi.
Baca juga: Disdikbud Karawang Siapkan Solusi untuk SDN Adiarsa Timur 1 yang Berdiri di Tanah Wakaf
Nining mengakui, sekolah masih terus berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas penunjang, termasuk melalui pengajuan bantuan CSR. Namun, pihaknya memilih fokus pada penguatan komitmen dan kreativitas dalam menjalankan program lingkungan.
“Kalau melihat sarpras memang kami masih terbatas. Sampai dengan saat ini kami masih menunggu adanya CSR yang bersedia bermitra dengan kami. Proposal juga sudah kami sampaikan kepada Bappeda melalui Disdikbud. Sekalipun masih dalam proses menunggu, kami percaya dan meyakini selagi ada kemauan, dengan sendirinya kemampuan akan mengikuti,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui Program Sekolah Adiwiyata Nasional ini, kebiasaan menjaga lingkungan dapat semakin tertanam dalam kehidupan siswa dan warga sekolah sehari-hari serta menjadi budaya positif yang terus dibawa hingga di luar lingkungan sekolah. (*)














