Beranda Headline Dari Karawang ke Panggung Internasional, Batik Inklusif 2026 Dorong Karya Disabilitas Mendunia

Dari Karawang ke Panggung Internasional, Batik Inklusif 2026 Dorong Karya Disabilitas Mendunia

Batik 2026 inklusif karawang
Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian sekaligus memperluas kiprah batik Karawang.

KARAWANG — Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian sekaligus memperluas kiprah batik Karawang. Semangat tersebut digaungkan melalui kegiatan Batik Inklusif 2026 yang digelar selama dua hari, Sabtu (3/10) dan Minggu (4/10), di Resinda Park Mall Karawang.

Kegiatan yang diselenggarakan Kreasi Tuli Indonesia (KTI) tersebut tidak hanya menghadirkan pameran dan fashion show, tetapi juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam proses kreatif dan pengembangan batik Karawang.

Rangkaian kegiatan meliputi workshop membatik inklusif, lomba kreasi membatik dan menjahit karya teman-teman disabilitas, diversifikasi batik Karawang melalui pembuatan bros perca batik, talk show, beauty class bersama Wardah, fashion show hingga live music.

Baca juga: Ngebecak 47 Tahun Sampai Pernah Kena Tipu, Abah Ujang Kini Dapat Harapan Baru dari Becak Listrik

Desainer muda asal Karawang sekaligus penyelenggara kegiatan, Akeyla Naraya, mengatakan Batik Inklusif 2026 menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan karya batik.

Dalam kegiatan tersebut, Akeyla memperkenalkan dua motif batik, yakni motif lama dan motif baru bernama Flower of Java.

“Untuk baju aku, itu semuanya yang desain dan membatik itu disabilitas semua,” kata Akeyla.

Menurutnya, proses pengerjaan motif dan busana yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut dilakukan sekitar dua pekan. Para peserta juga diberikan kesempatan mengikuti workshop membatik secara langsung.

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Aep Ajak Warga Beri Kontribusi Terbaik untuk Karawang

Akeyla berharap momentum Hari Batik Nasional dapat mendorong batik Karawang semakin dikenal, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga hingga pasar internasional.

“Harap batik itu lebih bisa global dan harap anak-anak muda juga bisa memakai batik sehari-hari,” ujarnya.

Akeyla sebelumnya telah membawa batik Karawang dalam berbagai kegiatan di luar negeri. Kiprahnya tersebut turut mendapat dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Karawang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang, Abbas Sudrajat, mengatakan Batik Inklusif menjadi momentum untuk memperkuat promosi batik sebagai salah satu bagian dari subsektor ekonomi kreatif.

Menurut Abbas, Pemkab Karawang sejak awal turut mendukung berbagai upaya yang dilakukan Akeyla untuk memperkenalkan batik Karawang hingga ke luar negeri.

Baca juga: Syaiful Huda Dorong Petani Karawang Melek Informasi Iklim, Produksi Jadi Taruhan

“Intinya mempromosikan produk batik Karawang. Dan mendapat predikat terbaik kedua di Kyrgyzstan,” kata Abbas.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses membatik. Menurutnya, keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan menghasilkan produk yang dapat digunakan masyarakat.

“Ini pun kita juga mengapresiasi, ternyata dengan keterbatasan mereka juga punya motivasi dan kemampuan untuk mau berbuat, mau membatik,” ujarnya.

Abbas berharap batik Karawang ke depan semakin dikenal, bukan hanya secara lokal, regional maupun nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.