Beranda Advertorial Pemkab Purwakarta Inisiasi Pengembangan Nalar Kreatif Anak Muda Indonesia

Pemkab Purwakarta Inisiasi Pengembangan Nalar Kreatif Anak Muda Indonesia

PURWAKARTA-Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Purwakarta bekerja sama dengan KNPI Kabupaten Purwakarta laksanakan kegiatan Pengembangan Nalar Kreatif Anak Muda Indonesia di Aula Desa Taringgul Tonggoh Kecamatan Wanayasa Purwakarta Kamis (10/2) yang dihadiri oleh kalangan pemuda yang ada di wilayah Desa Taringgul Tonggoh.

Hadir dalam kegiatan ini Kabag Kesra Setda Purwakarta A.M Sundari, Kepala Desa Taringgul Tonggoh Eep SM dan sebagai pembicara dua orang perwakilan dari DPD KNPI Purwakarta yang menjabat sebagai Wakil Ketua di DPD KNPI Purwakarta Denhas Mubaraq dan D. Fadly Pratama.

Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Purwakarta Iyus Permana melalui Kabag Kesra Setda Purwakarta A.M Sundari mengatakan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan berbagai sasarannya serta kemampuan menghadap berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya manusia dengan sebaik-baiknya.

“SDM merupakan unsur terpenting dalam suatu organisasi, karena melalui SDM aktifitas penting organisasi, terutama dalam pengambilan keputusan, penentuan tujuan, pelaksanaan pekerjaan dan evaluasi pekerjaan. Dilakukan kaum muda disiapkan tidak hanya menjadi pemimpin hari ini diberbagai bidang, pengembangan dilakukan secara maksimal dalam bidang kepeloporan dan sukarelawan,”jelas Kabag Kesra Setda Kabupaten Purwakarta A.M Sundari Kamis (10/2).

“Dimasa Pandemi hampir semua sektor mengalami berbagai hambatan, partisipasi pemuda sangat dibutuhkan bersama-sama dalam memerangi Pandemi dan patut didorong. Pandemi harus dipandang sebagai persoalan kemanusiaan yang bwrdampak kepada semua termasuk kalangan muda, dan kalangan muda harus memiliki kepedulian yang tinggi dalam membantu mengatasi Pandemi,”ungkapnya.

“Yang diperlukan hari ini dan kedepan adalah sinergi dan kolaborasi, saling menopang dan bekerjasama dimasa Pandemi.
Melalui kegiatan ini diharapkan bisa dilahirkan generasi muda yang bermartabat dan tanggal bencana, bahkan nantinya bisa terbentuk wadah gerakan relawan para pemuda dalam penanganan bencana alam maupun non alam dan bisa dilakukan lebih baik dan terkordinasi,”ujarnya.

Baca Juga :   Jalan Jelek Tanjungpura-Rengasdengklok Disoal Warga, Kadis PUPR: Cuma Rusak Sedikit

Dalam kegiatan ini juga disampaikan agar kaum muda bisa menciptakan lapangan kerja yang baru menjadi bagian dalam entrepreneur menjadi wirausahawan karena Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari kreativitas individu,
ketrampilan, dan bakat yang secara potensial menciptakan kekayaan, dan lapangan pekerjaan melalui eksploitasi dan pembangkitan kekayaan intelektual dan daya cipta individu.

Sementara itu Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Purwakarta Denhas Mubaraq dan D.Fadly Pratama mengatakan Jika organisasi kepemudaan itu dianalogikan sebagai pemerintahan, maka kepemimpinan mesti diletakan dalam konteks regenerasi yang menyiratkan pembaruan dari segi pikiran (ijtihad), usia, semangat, dan komitmen demi penyegaran.

“Maka banyak literasi yang berbicara tentang pentingnya eksistensi ‘pemuda’ baik dari sejarah peradaban barat sampai islam bahkan bung Karno berfatwa seribu orang tua bisa bermimpi satu orang pemuda bisa mengubah dunia. Banyak lagi cerita tentang semangat para pejuang kemerdekaan menghembuskan kata kata hebat sebagai penyulut hadirnya kaum muda untuk berkontribusi pada masa itu,”ungkap Denhas.

“Tapi mesti diingat tidak semua pemuda bisa menjadi pemimpin Sebab, pemimpin harus mudah dipersepsi oleh pengikutnya apakah ia merupakan satu diantara kita (one of us), atau memiliki kecakapan diantara kita (the best of us), dan representasi terbaik dari keluhuran yang kita punya (the most of us),”ujarnya.

“Dengan demikian, kita kembalikan lagi kepada permasalahan niat, benar bahwa menilai niat seseorang itu cukup sulit namun secara keseluruhan dari gerak langkah dan wajah, bahkan psikis dapat terukur dengan etika kepantasan seseorang menjadi pemimpin. Ada cerita tentang seseorang yang ikut berperang melawan tentara musyrikin hingga tewas. Tubuhnya penuh luka bersimbah darah, kemudian kaum muslimin memperlakukannya layaknya sang pahlawan yang sahid di jalan Allah Swt, kata Rosulullah, “ia bukan pahlawan. Ia berperang untuk kebanggaan dirinya sendiri. Betapa dahsyatnya pengaruh sebuah niat, tentu ini jadi catatan untuk para calon pemimpin ke depan,”paparnya.

Baca Juga :   Cetak Generasi Muda Sehat, Dandim 0604/Karawang Gelar Turnamen Sepakbola

“Ini adalah kesempatan baik bagi anak-anak muda dalam memaksimalkan peran dalam volunteer atau relawan sehingga bisa menangani permasalahan yang kompleks terutama menanggulangi bencana. Kaum muda bisa diharapkan terdepan untuk berpartisipasi aktif dan menganalisis akibat dari bencana yang berdampak pada berbagai macam sektor pembangunan. Yang pasti kontribusi apapun dari kalian terkait penanggulangan bencana mesti sesuai minat, passiaon dan bidang yang kalian geluti,”jelasnya.

“Era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan sekaligus peluang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Berkembangnya teknologi digital sangat mempengaruhi terhadap kompetisi dalam sektor apapun termasuk dunia kerja, ekonomi, pendidikan dan social,termasuk politik, sehingga generasi kita diharuskan memiliki kompetensi yang berkualitas,”tegasnya.

“Situasi saat ini kita akan dihadapkan pada peluang bonus demografi yang puncaknya terjadi 2025-2030, dimana 70% penduduk Indonesia termasuk Kabupaten Purwakarta adalah usia produktif. Dan berdasarkan risert McKinsery Global Institut menyebutkan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di Dunia jika memiliki skill dan kompetensi. Dan peningkatan kompetensi SDM dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan,”jelasnya

“Contoh gerakan pembaharuan di sector pendidikan. Pemerintah mengeluarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, sebagaimana mengembangkan peserta didik agar mnjadi manusia kreatif, mandiri, bertanggung jawab. Dari implementasi nilai nilai pembentukan karakter seperti ini di Purwakarta sangat berpengaruh dan dapat mengubah kultur baru, masyarakat berdaya saing, masyarakat yang siap berdaya guna untuk masa depan bangsa tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya leluhur,”ungkapnya.

Ditambahkan, masalah serius yang paling mempengaruhi adalah karakter dan atau budaya malas, suatu keniscayaan ketika secara spiritual dan ritual sudah dilakukan degan baik maka masalah sosial lah yang sekarang mesti dihadapi, apa itu, “kemiskinan” dan pemiskinan.

Baca Juga :   7.052 Peserta Ikuti UTBK-SBMPTN Hari Pertama di Unsika

“Lawan, jika kita ditakdirkan harus melawan maka yang lebih dahulu harus kita lawan adalah diri kita sendiri, lawan semua keraguan, ketidakberdayaan, kemalasan, kejumudan rasa tidak percaya diri dan ketakutan. Dan kunci pertahanan diri yang paling baik dari ketakutan adalah melawan rasa takut itu,”tegasnya.

“Maka kita Tarik kesimpulan, bahwa kita sebagai kader muda Kabupaten Purwakarta harus bangga dan siap bersinergi diawali dengan meluruskan niat, menggali potensi diri, dan meningkatkan etos kerja kader diseluruh lini aktifitas kemasyarakatan,” ucapnya.

Di akhir menyampaikan Denhas mengatakan Saya teringat tulisan Imam Syafe’I beliau mengatakan sungguh celakalah orang yang kualitas dirinya pada hari ini lebih buruk dari pada hari kemaren, dan orang yang kualitas dirinya pada hari ini sama dengan hari kemaren dianggap sebagai orang yang merugi. Itu artinya kita sebagai generasi penerus harus bisa melakukan yang terbaik dan lebih baik dari generasi sebelumnya. (trg)

Artikel sebelumnyaPolsek Ciampel Gencarkan Vaksinasi dengan Jemput Bola
Artikel selanjutnyaJelang Penutupan Seleksi, CGP dan CPP Angkatan 6 Diberi Pembinaan