Beranda Headline Kesalnya DPRD Karawang Tanggapi Jalur Pedestrian yang Makin Amburadul

Kesalnya DPRD Karawang Tanggapi Jalur Pedestrian yang Makin Amburadul

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Karawang untuk menikmati fasilitas jalur pedestrian sepanjang jalan protokol Ahmad Yani By Pass yang nyaman, aman dan instagram-able seperti pedestrian-pedestrian di Kabupaten/Kota lain, nampaknya hanya angan-angan belaka.

Pasalnya, proyek yang menelan biaya kurang lebih Rp15 miliar tersebut bukan malah diperindah dan dibuat cantik, justru malah tambah amburadul.

Pantauan tvberita di lokasi, nampak ubin-ubin jalur pedestrian tersebut berserakan di mana-mana, cat-cat putih pun nampak mengotori pedestrian jalan tersebut.

Parahnya lagi, pedestrian yang terletak persis di pusat pemerintahan daerah Kabupaten Karawang ini nampak semakin acak-acakan. Sejumlah lubang menganga yang tidak ditutup keramik, ubin-ubin yang hancur dan berserakan terlihat jelas di sepanjang jalur pedestrian kebanggaan Kabupaten Karawang tersebut.

Ketua Fraksi PKB, DPRD Kabupaten Karawang, Jajang Sulaiman yang juga melihat kondisi jalur pedestrian tersebut, mengaku tidak mampu mengucapkan hal lain selain satu kata, yakni ‘rujit’.

Rujit, hoream ngomong,” katanya nampak kekesalan di wajahnya.

Tentu saja, kekesalan anggota DPRD ini bukan tanpa alasan, pasalnya proyek pedestrian yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang di tahun 2019 lalu ini belum dapat memberikan kesan yang baik.

Meski pihak dinas terkait berkali-kali menyatakan akan melakukan perbaikan. Apalagi proyek itu semakin amburadul dan menggunakan anggaran yang tidak sedikit.

“Kita sayangkan pekerjaan jalur pedestrian ini. Ini akan memberikan dampak buruk, ini memalukan. Apalagi jalur (pedestrian) itu dibangun di pusat kota, pusat pemerintahan, di mana tentunya akan terlewati jika ada tamu-tamu dari berbagai daerah datang melakukan kunjungan ke gedung pemerintahan kita,” ungkapnya.

Menurut Jajang, pedestrian itu terlihat indah dan enak dipandang, jika punya nilai estetika dan sesuai dengan anggaran yang digelontorkan Pemda.

Jajang pun mempertanyakan kepekaan dinas terkait, dikatakannya, tidak mungkin Dinas PUPR tidak mengetahui atau memahami jalur pedestrian yang selayaknya itu seperti apa.

“Mereka ini kerjanya seperti apa? Masa mereka tidak tahu kondisinya seperti itu, masa mereka tidak tahu layaknya jalur pedestrian itu seperti apa. Saya yakin, tidak mungkin PUPR tidak tahu dan tidak melakukan studi banding terlebih dahulu sebelumnya,” sesal Jajang lagi.

Oleh karenanya, sebagai ketua Fraksi, ia akan meminta anggota fraksinya yang berada di Komisi III untuk segera mengundang pihak PUPR dan mempertanyakan bagaimana proses pemeliharaan pedestrian tersebut.

“Kami akan bahas dalam rapat fraksi, untuk bagaimana kemudian menyikapi hal ini dan bersinergi dengan Komisi III,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang ketika dikonfirmasi tvberita soal kondisi jalur pedestrian tersebut memilih bungkam.

Padahal sebelumnya, Dudi sempat berjanji kepada tvberita akan melakukan perbaikan di sejumlah titik pedestrian yang rusak. Namun yang terjadi, kondisi pedestrian tersebut bukan malah membaik, tapi malah bertambah acak-acakan. (nna/kie)