
Sementara transformasi digital diarahkan untuk mendukung digitalisasi layanan desa, meningkatkan kapasitas UMKM, serta memperkuat literasi digital masyarakat. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Kata Demonstran di Karawang Jika MBG Disetop: Khawatir Anak-anak Tak Makan Bergizi Lagi
“Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat setelah program selesai,” kata Dayat.
Ia berharap seluruh program kerja yang dijalankan mahasiswa benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat menghasilkan dampak jangka panjang.
Selain itu, potensi desa diharapkan terdokumentasi dengan baik, inovasi hijau dapat terus dilanjutkan oleh warga, serta pemanfaatan teknologi digital mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Baca juga: Sisir Kawasan Industri, Imigrasi Karawang Ingatkan Penjamin WNA Wajib Kooperatif
Dayat juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia industri, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar menghasilkan dampak yang berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., secara simbolis membuka pelaksanaan KKN. Dalam sambutannya, Ade berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya hadir di desa, tetapi meninggalkan jejak kebermanfaatan bagi masyarakat,” pesannya. (*)








