Beranda Headline Ada Hati Sapi-Domba Terinfeksi Cacing, DPKPP Karawang Minta Masyarakat Waspada

Ada Hati Sapi-Domba Terinfeksi Cacing, DPKPP Karawang Minta Masyarakat Waspada

Hati sapi terinfeksi cacing di karawang
Ilustrasi hewan kurban. Foto: istimewa

KARAWANG – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (DPKPP) Kabupaten Karawang mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat mengolah dan mengonsumsi jeroan hewan kurban pasca Hari Raya Idul Adha, khususnya bagian hati yang terindikasi terinfeksi cacing.

Kepala Bidang Peternakan DPKPP Kabupaten Karawang, dr. Neni mengatakan, hati sapi maupun domba yang ditemukan mengandung cacing sebaiknya tidak dikonsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan.

Baca juga: Datangi Polres Karawang, Ibu dan Anak Korban Pencabulan Ayah Kandung Desak Pelaku Segera Ditahan

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi hati hewan kurban yang terdapat cacing. Sebaiknya dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar,” katanya, Jum’at (29/5).

Menurutnya, temuan cacing pada hati hewan umumnya lebih sering ditemukan saat peralihan musim hujan menuju musim kemarau. Ia menyebut, keberadaan cacing tidak selalu mudah dikenali karena ada yang terlihat secara langsung dan ada pula yang sulit dideteksi dengan mata telanjang.

Baca juga: Mengakar di Bumi Nusantara: Visi Strategis Agung Gustiawan di Balik Sukses TJSL Pupuk Kujang

“Cacing ini ada yang terlihat dan ada juga yang tidak terlihat. Dampaknya cukup berbahaya bila sampai dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, cacing tersebut memiliki bentuk pipih dan bersegmen. Risiko kesehatan dapat muncul apabila hati yang terkontaminasi dikonsumsi dalam kondisi tidak dimasak hingga matang sempurna.

“Kalau segmennya masih hidup lalu masuk ke tubuh melalui makanan yang tidak matang sempurna, cacing tersebut bisa berkembang di dalam tubuh,” jelasnya.

DPKPP Karawang pun mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membersihkan dan mengolah jeroan, terutama stok daging kurban yang masih disimpan di rumah. Selain memastikan kondisi organ dalam layak konsumsi, proses memasak juga diminta dilakukan hingga matang sempurna guna mencegah risiko penularan penyakit. (*)