
“Air tertinggi terjadi di Dusun Pisangan,” katanya.
Baca juga: Candu Judol dan Pinjol Bikin Ribuan Pasutri di Karawang Bercerai
Sumantri menerangkan, karena ini telah menjadi siklus tahunan, ia bersama warga tetap siap siaga dan bergotong royong hingga semuanya berhasil direlokasi.
“Karung dipasang di rumah masing-masing, kami tetap waspada dan membuat tanggul di rumah ataupun di aliran yang dekat dengan laut. Kita bersama-sama gotong royong juga untuk membersihkan material yang masuk,” terangnya.
“Jaraknya jauh dari rumah warga yang direlokasi. Sementara hari ini juga masih dalam proses diskusi untuk pengambilan langkah antisipasi kedepan,” tutupnya. (*)








