KARAWANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang memberikan kelas pelatihan bagi 1.101 petugas sensus pertanian terpilih di Kabupaten Karawang.
Pelatihan bagi petugas sensus pertanian ini digelar di salah satu hotel di Karawang. Tujuannya agar mereka memahami betul bagaimana cara pendataan yang akurat di lapangan.
Kepala BPS Karawang, Robert mengatakan, pelatihan berlangsung selama tiga hari, di mana para pesertanya terdiri dari Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka), Mitra, petugas BPS Karawang dan Petugas Pencacah Lapangan (PPL).
Dijelaskannya, sensus pertanian dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik.
Baca juga: Pendataan Regsosek, Petugas BPS Karawang Kesulitan Tembus Kawasan Elite
Kegiatan pertanian yang dicakup meliputi 7 subsektor yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan dan jasa pertanian.
“Data sensus pertanian 2023 sangat diperlukan untuk menjawab isu strategis terkini di sektor pertanian. Hasil sensusnya juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui potensi petani milenial dan modernisasi adopsi teknologi sektor pertanian,” tambahnya.
Robert berpesan kepada seluruh masyarakat Karawang untuk terbuka apabila kedatangan para petugas sensus pada kisaran tanggal (1/6) hingga (31/7) mendatang.
“Apabila kedatangan petugas sensus, jawab pertanyaan dengan benar dan jujur. Kami mencatat pertanian Indonesia untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Baca juga: BPS: Jumlah Warga Miskin di Jabar Menurun
Bidang Statistisi Madya BPS Karawang, Mina menambahkan, setiap 10 tahun sekali BPS melakukan sensus dengan 3 kategori besar yaitu; sensus kependudukan, sensus pertanian dan sensus ekonomi.
Pelaksanaan sensus ini dibedakan berdasar pada tahun dengan akhiran angka tertentu. Semisal tahun berakhiran 0 seperti 1990, 2000, 2020 untuk sensus kependudukan.
Kemudian, tahun dengan angka terakhir 3 seperti 1993, 2003, 2023 khusus untuk sensus pertanian. Terakhir, tahun yang angkanya berakhiran 6 seperti 1996, 2006, 2026 khusus untuk sensus sektor ekonomi.
“Tahun 2023 ini kita adakan sensus pertanian, nanti pendataannya menyeluruh. Nah, selain tahun dengan angka akhiran 0, 3, dan 6 kita hanya melakukan kegiatan sampling,” ulasnya. (*)









