Beranda Headline Di Karawang, Ruang Responsif Gender dan Ramah Anak Masih Minim

Di Karawang, Ruang Responsif Gender dan Ramah Anak Masih Minim

Ruang ramah anak di karawang
Salah satu ruang ramah anak di Karawang. Foto: dok. Istimewa

KARAWANG – Keberadaan ruang responsif gender dan ramah anak di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang masih minim. Dari 31 OPD, hampir setengahnya tidak menyediakan ruang ramah anak.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Karawang, Tina Agustina di Karawang, Jumat (15/3).

Dia bilang, pemerintah pusat telah menginstruksikan setiap Kabupaten/Kota untuk mewujudkan fasilitas ruang responsif gender dan ramah anak.

Baca juga: Pemkab Karawang Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Puasa Ramadhan 2024, Ini Ketentuannya

Fasilitas itu meliputi ruang laktasi, ruang bermain ramah anak (RBRA), tempat penitipan anak, toilet pemisah antara laki-laki dan perempuan, tempat parkir khusus perempuan dan disabilitas, ruang terbuka hijau, fasilitas disabilitas, tempat ibadah yang inklusif, kawasan tanpa rokok dan ruang publik yang inklusif lainnya.

“Idealnya semua ruang harus responsif gender dan ramah anak. Pelayanan tentu harus dikedepankan, makanya ada anggaran dan aturan untuk mewujudkan ini,” ujar Tina.

Ruang ramah anak di karawang
Salah satu contoh ruang menyusui atau laktasi di Karawang. Foto: dok. Istimewa

“Belum semua aware terhadap pentingnya keberadaan ruang-ruang tersebut. Sebagai percontohan itu bisa kita lihat PNG, Changshin, Polres, OPD Disdukcapil yang gedung baru,” jelasnya.

Untuk itu, melalui Surat Edaran Bupati Nomor: 100.3.4.2/162/DP3A Tahun 2024, Pemkab Karawang mendorong seluruh instansi berbasis pelayanan menyiapkan ruang responsif gender dan ramah anak.

Baca juga: Mudik Gratis Pemkab Karawang 2024: Syarat, Cara Daftar dan Jadwal Keberangkatan

Tina merinci, dari 31 OPD di Karawang, ruang yang minim realisasinya adalah tempat penitipan anak, fasilitas disabel, RBRA dan ruang laktasi (menyusui).

Tempat penitipan anak berjumlah 0, RBRA 10 OPD, fasilitas disabel 11 OPD dan ruang laktasi 18 OPD yang baru mengadakan.

“Data tahun 2023 dari jumlah 31 OPD, ruang laktasi baru 18 OPD, toilet laki-laki dan perempuan terpisah 26 OPD, RBRA 10 OPD, tempat penitipan anak 0, tempat parkir khusus perempuan dan disabel 14 OPD, RTH 24 OPD, fasilitas disabel 11 OPD, mushola perempuan laki-laki terpisah 16 OPD, ruang tanpa rokok 19 OPD,” paparnya.

Baca juga: Bupati Aep Dorong Pusat Segera Perbaiki Jalan Rusak di Pantura Karawang

Kedepan, lanjut dia, DP3A Karawang akan melakukan survei ke seluruh OPD terkait ruangan yang bisa disiapkan sebagai fasilitas ramah anak.

“Triwulan kedua untuk OPD kita mulai dorong untuk perencanaan 2024 dan realisasi nanti di 2025,” kata Tina.

“Pun untuk Kecamatan, kelurahan sudah dimulai pada 31 Desember – 1 Januari lalu, sedangkan perusahaan pelan-pelan karena kendala sulit ditembus. Yang pasti kita terus dorong untuk mewujudkan ruang-ruang ini,” pungkasnya. (*)