Beranda Karawang Terdampak Tumpahan Oil Spill, Warga Desa Muara Desak Kompensasi Tahap Dua Dibayarkan

Terdampak Tumpahan Oil Spill, Warga Desa Muara Desak Kompensasi Tahap Dua Dibayarkan

Warga Desa Muara saat melengkapi data administrasi pencarian kompensasi tahap dua dari Pertamina (Foto: Istimewa)

KARAWANG- Sebanyak 126 warga Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan belum mendapatkan hak kompensasi tahap kedua akibat dari dampak oill spill atau tumpahan minyak Pertamina di lautan Karawang.

Angka diatas masih akan terus bertambah seiring masih adanya beberapa warga Desa Muara yang tengah mengumpulkan kelengkapan data susulan seperti fotocopy KTP, KK, nomor rekening sebagai persyaratan penerima bantuan kompensasi tahap kedua.

Bahkan ada juga warga Desa Muara yang melampirkan surat pengaduan yang isinya meminta rapat gabungan Komisi I, Komisi II, Komisi III dan Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang untuk membantu menyelesaikan pembayaran kompensasi tahap kedua tersebut.

Seorang petani tambak yang bernama Rudi, mengungkapkan bahwa dirinya bersama para petani tambak lainnya dan nelayan belum mendapatkan dana kompensasi tahap kedua.

Baca Juga: Tumpahan Oil Spill Pertamina Bahayakan Lingkungan Perairan Laut Karawang-Bekasi

“Memang dana kompensasi tahap pertama kami semua sudah dapat sebesar Rp 1,8 juta,” ucap warga Tanjung Jaya, Desa Muara ini, Selasa (5/7/2022).

Selanjutnya, Rudi menyebutkan, dana kompensasi tahap kedua sampai saat ini belum ada kabar pencairannya, dan kami selaku warga terdampak mempertanyakan soal itu.

“Padahal data surat-surat sudah lengkap dan sudah pernah di uji petik dan juga masuk dalam daftar draf penerima kompensasi, tapi kenyataannya sampai saat ini hasilnya nihil,” tutur Rudi mengingat.

Para petani tambak dan nelayan datang ke kantor DPRD Kabupaten Karawang pada hari jumat (1/6/2022) untuk meminta kepada wakil rakyat agar dapat membantu permasalahan yang mereka alami supaya cepat selesai.

Baca Juga: Derita Warga Sekarwangi Melawan Eksplorasi Pertamina

Mereka akan terus berjuang menuntut hak serta kepastian dari persoalan tersebut. Mereka juga berharap adanya kejelasan dan transparansi data atau draf, untuk mengetahui siapa saja yang menerima dan tidak menerima dari kompensasi tahap kedua tersebut.

Salah seorang nelayan Desa Muara yang bernama Dakim turut berkomentar, untuk kompensasi tahap pertama dirinya juga mendapatkan Rp 1,8 juta yang di cairkan melalui rekening. Sedangkan untuk tahap kedua ini belum ada kejelasannya.