
KARAWANG – Anggota DPRD Karawang, Abdul Aziz, berkomitmen untuk memperjuangkan pembangunan sektor pertanian di Daerah Pemilihan (Dapil) 4. Hal ini ia tegaskan dalam agenda Reses II Tahun Sidang 2025–2026.
Wilayah yang meliputi Kecamatan Telagasari, Lemahabang, Tempuran, Cilamaya Kulon, dan Cilamaya Wetan itu dinilai memiliki potensi pertanian besar yang perlu didukung dengan infrastruktur memadai.
Dalam rangkaian reses yang dilaksanakan di enam desa, yakni Desa Cilewo, Desa Linggarsari, dan Desa Ciwulan di Kecamatan Telagasari, Desa Pulokalapa di Kecamatan Lemahabang, serta Desa Bayurkidul dan Desa Sumurgede di Kecamatan Cilamaya Kulon, mayoritas aspirasi warga terfokus pada kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana pertanian.
Baca juga:Â Ada Guru DTA di Karawang Dua Tahun Tak Digaji, Ketua DPRD Janji Bantu lewat Pokir
Abdul Aziz menyampaikan, pembangunan pertanian tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan akses yang layak. Jalan usaha tani dan jembatan penghubung sawah menjadi kebutuhan mendesak karena sangat menentukan kelancaran aktivitas petani sejak masa tanam hingga panen.
“Bukan hanya jalan, jembatan juga sangat penting. Karena masih ada beberapa titik jembatan yang terbuat dari bahan bambu, warga menyebutnya sasak giribig yang kekuatan jembatannya tidak tahan lama, ini menjadi penghambat akses pertanian,” ujarnya pada Kamis, (12/2).
Baca juga:Â Warga Indramayu Nyuri Kapal Nelayan di Cirebon, Berakhir Diciduk di Karawang
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan distribusi hasil panen. Ia menegaskan akan mengawal dan mendorong agar pembangunan infrastruktur pertanian di Dapil 4 masuk dalam skala prioritas pembahasan di DPRD Karawang.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian untuk memudahkan akses petani dan meningkatkan produksi pertanian di Dapil 4,” tegasnya.
Abdul Aziz berharap, dengan adanya perhatian serius terhadap pembangunan pertanian, kesejahteraan petani di Dapil 4 dapat semakin meningkat dan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat setempat. (*)













