
Dharma menambahkan, selain adanya situs megalitik Bojongmangu. Diduga masih ada objek penting lainnya yang masih bersangkutan, seperti mata air Cikahuripan dan beberapa artefak.
Baca juga: Pasca Dilaporkan ke Kejati Jabar, Kuasa Hukum Ungkap Ragam Dugaan Intimidasi Terhadap PT HBSP
“Kemungkinan itu situs yang sangat penting saat itu, di bawahnya ada air terjun. Sebelum kesana ada namanya Cikahuripan (air kehidupan) itu merupakan indikasi bahwa disitu tuh tempat ritus manusia pada jaman itu,” tambahnya.
Dalam hal ini tim ahli cagar budaya akan melakukan penelitian lanjutan. Sebab, direncanakan mata air juga akan ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun ini.
“Kita ini menetapkan itu menjadi kawasan cagar budaya atau kawasan geologis karena itu satu kesatuan. Kami akan riset kembali, karena ada kabar juga 200 meter dari situs ada indikasi beberapa artefak,” tutupnya. (*)








