
BEKASI – PT Mega Akses Persada (FiberStar) bersama PT Cyberindo Aditama (CBN) resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Mustikaland Development pada Rabu, 11 Februari 2026. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Sales Gallery Mustika Garden Tamansari, Bekasi.
Kerja sama ini mencakup pemasangan jaringan FiberStar di tiga proyek residensial Mustikaland, yakni Mustika Park Place, Mustika Village Sukamulya, dan Mustika Garden Tamansari. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur digital di kawasan hunian modern, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan konektivitas internet yang cepat dan stabil.
Commerce and Network Director FiberStar, Marcelus Ardiwinata, menjelaskan teknologi yang digunakan adalah Fiber To The Home (FTTH) berbasis GXGPON dengan kapasitas hingga 10 Gigabyte.
“GXGPON kapasitasnya bisa mencapai 10 Gigabyte,” ujarnya.
Baca juga: Awal 2026, Imigrasi Karawang Terbitkan 4.106 Paspor, Didominasi Wisata dan Umrah
Untuk jaringan backbone, FiberStar memanfaatkan teknologi GWDM, MPLS, dan metro. Teknologi GWDM yang digunakan memiliki kapasitas persinaran hingga 800 GB.
“Untuk kecepatan tidak menjadi masalah karena satu kabel mampu menghantar beberapa sinar sekaligus. Total satu kabel itu sekitar 30 tera,” jelasnya.
Pada jaringan perumahan, FiberStar menggunakan XGPON dengan kapasitas hingga 10 GB. Dalam sistem otomatisasi jaringan, perusahaan juga menerapkan Network Management System yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan.
“Dari sistem tersebut kita memiliki collection data yang bisa diidentifikasi dengan kecerdasan buatan,” katanya.
Selain itu, FiberStar mengadopsi auto configuration system dan teknologi TR-069 yang memungkinkan deteksi gangguan dari berbagai perangkat, termasuk perangkat di rumah pelanggan. Marcelus menyebut tantangan utama saat ini berada pada aspek perizinan, namun pihaknya tetap berkomitmen memenuhi seluruh regulasi yang berlaku.
“FiberStar tidak langsung menjual ke rumah tangga, tetapi bekerja sama dengan Internet Service Provider seperti CBN,” ujarnya.
Sejauh ini, sekitar 400 unit rumah di tiga proyek tersebut telah terkoneksi jaringan FiberStar. Secara nasional, FiberStar telah menjangkau sekitar 600 ribu homepass dan menargetkan 750 ribu rumah pada 2026.
Kerja sama ini juga mendukung pengembangan infrastruktur digital Mustikaland yang menargetkan penyediaan 5 juta homepass dalam lima tahun ke depan.
CEO Mustikaland Development, David Sundjana, mengatakan pihaknya menggandeng FiberStar karena dinilai memiliki jaringan stabil dan andal.
“Kami mencari provider yang stabil dan mumpuni agar ke depan tidak ada keluhan dari penghuni,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh jaringan fiber difokuskan untuk residensial landed house. Mustika Garden Tamansari memiliki sekitar 1.800 unit rumah, Mustika Park Place sekitar 2.200 unit dengan 1.600 unit telah dibangun, serta Mustika Village Sukamulya di Cikarang sekitar 3.200 unit dengan hampir 1.000 unit telah dibangun.
Baca juga: Kena Efisiensi, PPK 1.1 Jabar Tak Sanggup Rekonstruksi Total Jalan Pantura Karawang
Potensi pengembangan bersama FiberStar masih sekitar 5.500 unit rumah, dengan fokus pengembangan di wilayah Bekasi dan Karawang.
Melalui kolaborasi ini, FiberStar, CBN, dan Mustikaland Development optimistis dapat mempercepat transformasi infrastruktur digital di sektor residensial sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban. (*)












