KARAWANG – Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), mulai memengaruhi sistem rekrutmen AI Karawang di kawasan industri. Hal ini dibahas dalam kegiatan Halal Bihalal dan Bimbingan Teknis Sistem OSS yang digelar di Swiss-Belhotel Karawang, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan rekrutmen AI Karawang ini diikuti ratusan Human Resources (HR) dari kawasan industri Karawang, Cikarang, hingga Jakarta, dengan total 208 perusahaan yang berpartisipasi.
Ketua Umum Forum HR-GA KIIC, Zainul Akhwil, mengatakan kegiatan ini merupakan lanjutan dari agenda sebelumnya yang digelar pada Februari lalu di Hotel Resinda.
Baca juga: Lanjutkan Program Ketahanan Pangan, Warga Binaan dan PT Nusa Farms Kembali Tanam Jagung.
“Acara hari ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya,” ujarnya.
Selain membahas perkembangan rekrutmen AI Karawang, kegiatan ini juga mengangkat implementasi perizinan berusaha melalui sistem OSS sesuai regulasi pemerintah, termasuk pelaporan LKPM dan aspek lingkungan yang telah terintegrasi.
Zainul menjelaskan, kegiatan ini digelar sebagai respons atas kesulitan para HR dalam mengoperasikan sistem OSS, sehingga diperlukan pendampingan teknis.
“Melalui seminar dan bimtek ini, kami ingin membantu rekan-rekan HR dalam memahami sistem OSS,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ke depan rekrutmen AI Karawang akan mulai diterapkan secara bertahap di kawasan industri, khususnya di kawasan Karawang International Industrial City.
Menurutnya, sistem rekrutmen AI Karawang akan mencakup seluruh proses seleksi tenaga kerja, mulai dari penyaringan berkas, wawancara, hingga evaluasi kinerja karyawan.
“Nantinya proses rekrutmen sampai evaluasi karyawan akan dinilai oleh sistem berbasis AI,” jelasnya.
Pengembangan rekrutmen AI Karawang ini juga didukung hibah dari luar negeri dan akan diuji coba terlebih dahulu di KIIC sebelum diperluas ke wilayah lain hingga skala nasional.
Zainul berharap, penerapan rekrutmen AI Karawang dapat mendorong pertumbuhan industri sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Baca juga: Lewat PTSL 2026, Kantah Karawang Targetkan 5.000 Bidang Tanah di 35 Desa Tersertifikasi
“Karawang punya potensi besar sebagai kota industri. Dengan kolaborasi yang baik, kami ingin mendorong agar angka pengangguran bisa ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Karawang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai lumbung padi, tetapi juga sebagai pusat industri nasional yang modern dan berbasis teknologi. (*)









