Beranda Headline Geliat Poros Juang: Deklarasi Dulu, Calon Belakangan

Geliat Poros Juang: Deklarasi Dulu, Calon Belakangan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Gelar Deklarasi, Poros Juang bantah untuk menaikkan harga tawar di hadapan petahana.

“Kita tidak pernah bicara tentang harga, kita tidak bicara jual beli. Poros ini disepakati sebagai bentuk komitmen bersama, dan mudahan-mudahan bisa sampai ke pengusungan pasangan calon ke KPU,” tegas Bambang Maryono, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Karawang yang turut tergabung dalam Poros Juang.

Ia pun membantah jika terbentuknya Poros Juang ada peran petahana di dalamnya. “Siapapun sumbernya yang mengatakan kami adalah bentukan petahana, silakan sampaikan kepada sumber tersebut; mungkin dia sendiri yang merupakan bentukan petahana,” imbuh Bambang lagi dengan nada kesal.

Bertempat di Ballroom Hotel Swissbellin, Selasa (28/1), deklarasi Poros Juang yang merupakan koalisi gabungan lima partai politik yaitu PDIP, PPP, PAN, Hanura, dan PBB akhirnya digelar.

Deklarasi yang mengusung jargon, “Poros Juang Tanda Menang” ini dihadiri para petinggi partai yang tergabung dalam Poros Juang, yang awal terbentuknya bernama Poros Perjuangan. Nampak juga pimpinan partai politik Non Parlemen seperti PSI, PKPI, Perindo dan Partai Garuda.

Berikut adalah orasi politik lima petinggi partai politik yang tergabung dalam Poros Juang.

Ketua PDIP Karawang, Pipik Taufik Ismail dalam orasi politiknya mengatakan, deklarasi Poros Juang didasari atas komitmen bersama untuk menang.

Ia pun menandaskan, deklarasi digelar karena sudah mendapat restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik masing-masing. “Kita sudah berkomunikasi dari tingkat kabupaten, wilayah sampai ke tingkat pusat. Kita sudah 11 kursi dan kita sudah siap di Pilkada 2020,” kata Pipik bersemangat.

“Kita bangun, kita dobrak kebiasaan lama. Kita bangun dulu rumahnya, siapa yang akan mengisi rumah tersebut kita lihat di tahapan berikutnya,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Ketua PPP Karawang, Lina Sugiharti mengatakan, Poros Juang dengan 11 kursi siap melenggang ke KPU.

“Poros Juang dibangun bukan hanya sesaat. Poros juang terbentuk karena memilkki pemikiran untuk kebersamaan di Pilkada Karawang,” ucap Lina sambil melepas jaket partainya, sebagai isyarat PPP sudah melebur menjadi satu dengan Poros Juang.

Senada dengan PDIP, Lina mengatakan Poros juang lahir tidak ujug-ujug, namun melaksanakan tahapan demi tahapan untuk menyamakan gagasan dan pemikiran untuk mewujudkan Karawang ke depan jauh lebih baik.

“Saya berharap lahirnya poros juang bisa berkomitmen, karena kita menandatangani di atas materai. Artinya poros juang akan mengawal sampai 5 tahun ke depan dan bisa merealisasikan apa yang dimimpikan rakyat Karawang,” ujarnya menandaskan.

Sekretaris Partai Hanura Karawang, Arifin, dalam orasi politiknya mengajak seluruh partai politik yang tergabung dalam Poros Juang untuk tetap sama-sama menjaga komitmen, dan bersama mencari figur-figur pemimpin terbaik di Pilkada Karawang periode 2020- 2024.

Ketua PBB Karawang, Nurlela Saripin bahkan lugas menyampaikan dalam orasi politiknya bahwa Poros Juang mantap dengan 11 Kursi siap untuk maju di Pilkada.

“9 kursi kalau kualitasnya gak ada sama saja, (sambil menurunkan jempolnya), kita 11 kursi harus memiliki kualitas, bukan hanya kuantitas,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurlela juga mengajak partai Non parlemen bergabung di Poros Juang. “Kita akan tandang untuk meraih kemenangan,” kata Nurlela lagi disambut tepuk tangan tamu yang hadir.

“Poros juang pada malam hari ini sudah menjadi kendaraan yang penuh dan siap mengantarkan ke KPU. Kita bukannya kepedean, namun sudah utuh kendaraan kita, yang lain belum tentu,” timpal Nurlela lagi.

Orasi terakhir disampaikan Bambang Maryono, Ketua DPD PAN Karawang. Bambang menegaskan Poros Juang adalah sistem kontestasi demokrasi di Kabupaten Karawang untuk menjadi bagian dari Pilkada Karawang 2020.

Terkait siapa yang akan diusung, Bambang mengungkapkan Poros Juang akan mengirimkan pasangan calon bupati wakil bupati pilihan rakyat.

“Hari ini ada yang bilang bahwa bupati karawang memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas yang tinggi adalah wajar, tetapi apakah kemudian dia akan menang belum tentu. Oleh karena itu diciptakan kontestasi sehingga menciptakan pemimpin terbaik di Kabupaten Karawang,” ulasnya.

“Poros Juang malam hari ini tidak menyebut akan mengusung siapa,” tandasnya lagi. (Nna/kie)

Artikel sebelumnyaDisnaker Pastikan TKA Cina di Purwakarta Bukan Dari Wuhan
Artikel selanjutnyaDugaan Mark Up Proyek IPAL, Asep Agustian Mencurigai ada “Bagi-bagi Kue” di RSUD