Beranda Karawang Disarpus Karawang Perkuat Layanan Literasi Digital, Si Kancil dan Spot Baca Jadi...

Disarpus Karawang Perkuat Layanan Literasi Digital, Si Kancil dan Spot Baca Jadi Andalan

Literasi disarpus karawang
Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Karawang, Rina.

KARAWANG – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Karawang terus berinovasi dalam meningkatkan akses literasi masyarakat. Melalui aplikasi “Si Kancil” dan layanan Spot Baca, masyarakat kini dapat menikmati bahan bacaan secara lebih fleksibel, bahkan di luar jam operasional perpustakaan.

Kepala Disarpus Karawang, Wahidin, mengatakan transformasi layanan ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi, termasuk pengaruh teknologi digital.

“Sekarang tantangannya bukan hanya menyediakan buku, tapi bagaimana mendorong masyarakat punya kebiasaan membaca. Karena yang terjadi, banyak orang lebih sering mengakses konten pendek di gadget, bukan membaca secara mendalam,” ujarnya kepada tvberita pada Selasa, (5/5).

Baca juga: Kepala Disarpus Bantah Warga Karawang Kini Malas Membaca: Instrumen Pengukurannya Berbeda

Ia menilai, pendekatan literasi konvensional perlu disesuaikan dengan ritme kehidupan masyarakat Karawang yang didominasi pekerja industri.

“Karakteristik Karawang ini kan banyak pekerja pabrik, ritmenya cepat. Jadi pendekatan literasi tradisional kadang tidak lagi relevan. Makanya kita dorong pemanfaatan teknologi agar akses bacaan lebih mudah,” katanya.

Pustakawan Disperpusip Karawang, Gita, menambahkan bahwa inovasi digital seperti Si Kancil dan Spot Baca lahir dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan perpustakaan.

Baca juga: Tabrakan Maut Mobil Pikap Vs Motor di Karawang, Pria Berseragam SPPG Tewas

“Bahkan ada masyarakat yang meminta perpustakaan buka 24 jam. Karena itu kami inisiasi layanan digital seperti Si Kancil dan Spot Baca agar masyarakat tetap bisa mengakses bacaan meski perpustakaan tutup,” ujarnya.

Aplikasi Si Kancil (Sahabat Inovasi Karawang Cinta Literasi) menyediakan berbagai buku elektronik yang dapat diakses kapan saja. Sementara itu, Spot Baca Online berbentuk barcode yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

Rencananya, Spot Baca akan tersedia di Desa Barugbug (Jatisari), Warungbambu (Karawang Timur), Gombongsari (Rawamerta), Sukaharja (Telukjambe Timur), serta di Perpustakaan Daerah Karawang.

Literasi disarpus karawang
Melalui aplikasi “Si Kancil” dan layanan Spot Baca, masyarakat kini dapat menikmati bahan bacaan secara lebih fleksibel, bahkan di luar jam operasional perpustakaan.

Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Karawang, Rina, mengungkapkan tingginya minat masyarakat juga terlihat dari jumlah kunjungan harian ke perpustakaan.

Baca juga: Ironi SDN di Karawang: Puluhan Tahun Berdiri di Lahan Wakaf, Usulan Bantuan Kerap Tertolak

“Untuk kunjungan harian, paling sedikit sekitar 100 orang. Bahkan di hari Jumat bisa mencapai lebih dari 200 pengunjung,” katanya.

Menurutnya, banyaknya pengunjung turut diiringi permintaan penambahan jam layanan. Menyikapi hal tersebut, Disperpusip menyesuaikan jam operasional, khususnya di hari Sabtu.

“Kalau sebelumnya hari Sabtu hanya buka pukul 10.00 sampai 14.00, sekarang kami tambah menjadi pukul 09.00 sampai 15.00,” jelasnya.

Selain layanan digital, Disperpusip juga terus memperluas jangkauan fasilitas literasi. Saat ini, perpustakaan sudah hadir di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga fasilitas layanan publik.

Beberapa di antaranya terdapat di RSUD, Kejaksaan, BKPSDM, serta Bagian Hukum. Layanan baca juga tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Baca juga: Gandeng 27 Mitra, Unsika Perkuat Link and Match Lulusan dengan Dunia Kerja

Tak hanya itu, sekitar 50 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan sekitar 20 perpustakaan desa di Karawang juga didorong untuk kembali aktif.

Wahidin menambahkan, ke depan pihaknya akan terus menguatkan kolaborasi dan inovasi agar literasi tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi budaya di tengah masyarakat.

“Perpustakaan sekarang bukan lagi sekadar tempat pinjam buku, tapi harus menjadi pusat kegiatan dan solusi bagi masyarakat. Itu yang sedang kita dorong,” tutupnya. (*)