Beranda Karawang Warga Perum Bintang Alam Perketat Akses Masuk dan Keluar

Warga Perum Bintang Alam Perketat Akses Masuk dan Keluar

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG РWarga perumahan Bintang Alam di Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, memutuskan untuk membentuk  Kampung Siaga Mandiri Covid-19 di setiap Rukun Warga (RW).

Hal tersebut dengan pertimbangan mewabahnya virus Corona semakin masif penyebarannya dan Kecamatan Telukjambe Timur merupakan urutan kedua terbanyak kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang setelah Kecamatan Karawang Barat.

Kepala Dusun Bintang Akam Mahrus Hanifi mengatakan pembentukan kampung siaga mandiri merupakan hasil kesepakatan seluruh eleman manyarakat perumahan Bintang Alam, di mana sebagai bentuk percepatan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan warga perumahan sehingga akses masuk perumahan diperketat.

“Kita semua bersepakat membentuk kampung siaga mandiri, maka dalam realisasi pencegahan kita buat pos pemeriksaan di pintu masuk perumahan,” kata Mahrus, Sabtu (17/4) di lokasi.

Mahrus menegaskan setiap warga perumahan maupun warga dari luar perumahan diberlakukan wajib pakai masker dan memeriksa suhu tubuh saat memasuki posko siaga, dan apabila ada warga dari luar tanpa menggunakan masker disuruh turun dan diperiksa serta didata asal dan tujuan masuk perumahan oleh petugas setelah itu baru dizinkan masuk setelah diberikan masker.

“Pintu masuk dan keluar perumahan hanya satu, kita perketat dari pendatang,” tegasnya.

Menurut Kadus Bintang Alam, untuk sementara pemulung, pengamen dan pengemis dilarang keras masuk wilayah perumahan hingga pemberlakuan kampung siaga Covid-19 dalan upaya pencegahan penyebaran dan warga yang tidak berkepentingan dilarang keluar rumah.

“Pengemis, pemulung, dan pengamen dilarang keras masuk wilayah perumahan,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan Dusun Bintang Alam membawahi 2 RW dan 18 RT dengan jumlah jiwa mencapai 6.500 orang. Saat ini pihaknya sedang menggiatkan pembentukan Kampung Siaga Covid-19 di 18 RT yang ada. Kampung Siaga ini digunakan untuk kegiatan sosialisasi Covid-19 serta sebagai sarana monitoring kasus terkonfirmasi positif dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Saya kira ini lebih efektif dalam pencegahan dalam melindungi warga dari Covid-19,” jelasnya. (nna/fzy)