
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengapresiasi jajaran TNI, khususnya Kodim 0604/Karawang, atas rampungnya pembangunan jembatan penyeberangan yang menghubungkan Kecamatan Jatisari dan Kecamatan Tirtamulya.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, keberadaan jembatan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sebelumnya harus memutar sejauh 3 hingga 5 kilometer untuk berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodim 0604/Karawang yang telah merealisasikan pembangunan jembatan ini. Terima kasih juga kepada Presiden Prabowo Subianto serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak atas dukungannya,” ujar Aep pada Senin (10/8).
Baca juga: Tak Ingin Bangli di Karawang Menjamur Lagi, Bupati Aep Minta PLN Selektif Salurkan Listrik
Aep menjelaskan, pembangunan jembatan dikerjakan selama sekitar dua bulan. Infrastruktur tersebut kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk petani dan pelajar.
Jembatan memiliki panjang sekitar 90 meter dengan lebar 1,5 meter dan diperuntukkan bagi kendaraan roda dua serta pejalan kaki. Menurut Aep, pembatasan itu dilakukan untuk menjaga keamanan pengguna sekaligus ketahanan konstruksi jembatan.

Selain pembangunan jembatan, Pemkab Karawang juga berencana melanjutkan penataan jalan usaha tani di sekitar lokasi agar akses masyarakat semakin baik.
Sementara itu, Komandan Kodim 0604/Karawang, Letkol Inf. Nanda Siswanto, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan empat jembatan di wilayah Karawang. Dua titik di Kecamatan Jatisari telah selesai dikerjakan.
Baca juga: Kejari Karawang Bakal Lelang 30 Kendaraan Rampasan, Harga Mulai Rp9 Ribu
“Satu merupakan pembangunan baru karena sebelumnya belum ada akses jembatan, sedangkan satu lagi adalah renovasi total jembatan lama yang kondisinya sudah rapuh, baik tali sling maupun papan jembatannya,” jelas Nanda.
Ia menambahkan, dua jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan. Proyek tersebut meliputi pembangunan jembatan baru sepanjang 100 meter dan renovasi jembatan sepanjang 80 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter.
“Kami berharap seluruh pembangunan ini dapat meningkatkan konektivitas antardesa serta mempermudah aktivitas masyarakat dengan akses yang lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)









