Beranda Karawang Manfaatkan Sisik Ikan Bandeng Jadi Produk yang Bernilai Jual Tinggi

Manfaatkan Sisik Ikan Bandeng Jadi Produk yang Bernilai Jual Tinggi

KARAWANG – Sisik ikan bandeng selama ini hanya menjadi limbah dan mengotori lingkungan. Apalagi di kawasan pesisir dan tempat pelelangan ikan. Sisik ikan ini akan menumpuk dan menimbulkan bau amis.

Berawal dari keprihatinan akan menumpuknya limbah sisik ikan bandeng, salah satu mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Euis Prihatini, berinisiatif untuk melakukan penelitian mengenai sisik ikan bandeng tersebut.

“Saya melihat melimpahnya ketersediaan sumber daya dari hasil limbah industri rumahan makanan olahan bandeng wilayah hilir Kabupaten Karawang, daripada sisik ikan mengotori lingkungan lebih baik dimanfaatkan menjadi produk-produk yang bernilai jual tinggi,” kata Mahasiswa Program Studi Farmasi UBP Karawang, Euis Prihatini.

Menurutnya, hasil dari penelitian tersebut ternyata limbah sisik ikan bandeng memiliki manfaat yang begitu besar, salah satunya bisa menghasilkan zat pengawet dan pengemulsi pada makanan.

“Kolagen dari sisik ikan merupakan kolagen derivat dari ikan, dan diekstrak dari sisik ikan. Hal tersebut mengakibatkan suhu denaturasi kolagen sisik ikan relatif rendah dan membuatnya menjadi protein yang mudah dicerna dan dapat diturunkan menjadi produk-produk lain seperti gelatin,” jelasnya.

Akibat penelitiannya mengenai ‘Pengembangan Bahan Baku Kolagen Dari Limbah Sisik Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Sebagai Zat Pengawet Dan Pengemulsi Pada Makanan’ telah membawa Euis Prihatini menjadi salah satu penerima pendanaan penelitian Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2021. Program IRN yang dirancang untuk pembinaan peneliti unggul telah dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswi tahun keempat prodi farmasi UBP Karawang ini.

“Alhamdulillah atas penelitian ini, saya bisa mengharumkan nama kampus UBP Karawang dengan memenangkan pendanaan penelitian IRN 2021, dan juga membuat bangga kedua orangtua saya,” tandasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Sudrajat Sugiharta selaku Dosen Pembimbing Penelitian, limbah pengolahan ikan bandeng dalam (bahasa latin: Chanos chanos) berupa sisik dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kolagen, kolagen yang dihasilkan dari sisik ikan bandeng berpotensi menjadi alternatif untuk menggantikan bahan baku kolagen dari mamalia dimana sumber utama kolagen jenis ini berasal dari tulang sapi, kerbau dan babi.

“Disamping harga kolagen dari mamalia yang mahal, kolagen dari hewan ini memiliki resiko dalam penyebaran penyakit menular Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE), Transmissible Spongiform Encephalopathy (TSE) dan Foot and Mouth Disease (FMD),” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi UBP Karawang, Neni Sri Gunarti, kedepannya hasil penelitian ini dapat memberikan alternatif baru kepada masyarakat dalam produksi kolagen selain menggunakan tulang sapi atau babi sebagai bahan baku pangan dan juga farmasi.

Tentunya hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rekor UBP Karawang, Dr.H. Dedi Mulyadi, SE., MM., atas prestasi Mahasiswa-nya yang telah memenangkan penerima pendanaan penelitian Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2021.

“Saya berharap semua mahasiswa UBP Karawang turut serta dalam lomba akademik dan non-akademik terlebih bagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa harus terus meningkatkan prestasinya,” katanya. (rls)

Artikel sebelumnyaBrand Hijab ini Gratiskan Produknya untuk Rayakan Hari Jadi Karawang ke-388
Artikel selanjutnyaPerkuat Mitigasi Bencana, Lapas Kelas II A Koordinasi dengan BPBD Karawang