
“Di tahun sebelumnya, paling tinggi kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan, korbannya mencapai 64 orang,” tambah Hesti.
Bahkan teranyar, lanjut dia, 11 anak laki-laki di Karawang telah menjadi korban sodomi oleh seorang mahasiswa yang mengidap orientasi seksual menyimpang.
Baca juga: Proyek Dinas Disebut Bikin Celaka, Warga Karawang Layangkan Gugatan Class Action
Hingga saat ini, pihaknya terus mendampingi para korban secara pendekatan psikologis.
Oleh karenanya, Hesti berpesan, pemerintah memerlukan dukungan dari berbagai pihak termasuk masyarakat untuk memberantas kekerasan yang merajalela.
“Kekerasan bisa menimpa siapa saja baik perempuan dewasa, anak perempuan maupun anak laki-laki. Kami butuh dukungan dari semua pihak dan masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan. Dan segera laporkan jika melihat, mengetahui dan mengalami tindak kekerasan,” pungkasnya. (*)








