Beranda Headline Kenali, 9 Pemicu Berat Badan Naik Drastis dan Cara Mengatasinya

Kenali, 9 Pemicu Berat Badan Naik Drastis dan Cara Mengatasinya

Pemicu berat badan naik
Ilustrasi. Kenali beberapa pemicu berat badan bertambah berikut cara mengatasinya. Foto: istimewa

TVBERITA.CO.ID – Berat badan yang bertambah adalah masalah yang umum dihadapi oleh banyak orang di seluruh dunia.

Sangat penting untuk kita memahami penyebabnya agar dapat mengelola dan mencegah obesitas serta penyakit terkait.

Berikut beberapa pemicu atau faktor utama yang dapat menyebabkan berat badan naik secara drastis:

1. Pola Makan Tidak Seimbang

Mengonsumsi kalori berlebih, terutama dari makanan yang tinggi lemak, gula, dan karbohidrat olahan, adalah penyebab utama kenaikan berat badan. Seperti makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan tinggi kalori, dapat menambah asupan kalori harian secara signifikan.

Baca juga: Tren Kekerasan pada Anak Laki-laki di Karawang Meningkat, Kebanyakan Kasus Sodomi

2. Kurangnya Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik adalah faktor lain yang berkontribusi pada kenaikan berat badan. Ketika kurang olahraga, berarti tubuh tidak membakar kalori yang cukup, yang kemudian disimpan sebagai lemak.

3. Genetika

Faktor genetika juga dapat mempengaruhi berat badan. Dalam hal ini, beberapa orang mungkin memiliki metabolisme yang lebih lambat atau kecenderungan genetik untuk menyimpan lemak lebih banyak dibandingkan yang lain.

4. Gangguan Hormonal

Beberapa kondisi medis seperti hipotiroidisme, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan gangguan hormon lainnya dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Sebab perlu diketahui bahwa hormon memainkan peran penting dalam mengatur metabolisme dan penyimpanan lemak.

5. Pengaruh Obat-obatan

Beberapa obat-obatan, termasuk antidepresan, obat antipsikotik, dan steroid, dapat menyebabkan kenaikan berat badan sebagai efek samping lho. Obat-obatan ini dapat mempengaruhi nafsu makan dan metabolisme.

6. Stres dan Emosi

Stres kronis dan faktor emosional dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Banyak orang cenderung makan berlebihan atau memilih makanan tidak sehat sebagai mekanisme koping ketika sedang stres atau emosional.

Baca juga: Pemkab Karawang Raih Opini WTP 9 Kali Berturut-turut, Bukti Kinerja Teliti dan Bertanggung Jawab

7. Kurang Tidur

Tidur yang tidak cukup atau berkualitas buruk dapat mempengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, seperti ghrelin dan leptin. Ini dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan makan berlebihan.

8. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh cenderung melambat, dan massa otot berkurang. Ini berarti tubuh membakar kalori lebih sedikit, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan jika asupan kalori tidak dikurangi.

9. Lingkungan dan Kebiasaan Sosial

Lingkungan tempat tinggal, kebiasaan sosial, dan budaya makan juga mempengaruhi berat badan. Akses mudah ke makanan cepat saji, porsi makan yang besar, dan kebiasaan makan bersama-sama dengan teman atau keluarga dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan.