PURWAKARTA-Antisipasi penyebaran HIV-AIDS di masa Penademi Covid-19 di Kabupaten Purwakarta, Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Purwakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan menyasar kepada mahasiswa dari perguruan tinggi se Kabupaten Purwakarta Kamis (18/11) di Hotel Grand Situ Buleud Purwakarta.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi se Kabupaten Purwakarta dihadiri oleh Asda I Setda Kabupaten Purwakarta Hariman, Kabag Kesra Setda Kabupaten Purwakarta A.M Sundari, dari Yayasan ResikĀ Hasanudin, dan tamu undangan lainnya.
Dalam penyampaiannya Sekda Kabupaten Purwakarta Iyus Permana melalui Asda I Hariman mengatakan AIDS adalah penyakit berbahaya dan merupakan ancaman latent bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
“Banyak orang yang terinfeksi HIV dalam keadaan sehat dan normal saja, bahkan yang terinfeksi tidak tahu bahwa dirinya sudah terinfeksi,”jelas Sekda Kabupaten Purwakarta Iyus Permana melalui Asda I Hariman Kamis (18/11)
“Sampai saat ini masyarakat masih beranggapan bahwa HIV-AIDS adalah penyakit masyarakat, padahal tidak seperti itu saja,”ujarnya
“Penyebaran HIV -AIDS bukan hanya melalui hubungan sexual saja, tetapi bisa diakibatkan oleh sarana lainnya, seperti jarum suntik yang tidak steril,”tegasnya
“Hingga saat ini HIV-AIDS merupakan momok yang menakutkan, terlebih dimasa Pandemi Covid-19 saat ini, walaupun trendnya dikalahkan oleh Pandemi Covid-19, tetapi HIV-AIDS masih menduduki tingkat penyakit yang sangat berbahaya,”ungkapnya
“Diperlukan komitmen dan dukungan semua pemangku kepentingan untuk keberhasilan penangggulangan HIV-AIDS dan IMS (Infeksi Menular Seksual),”tegasnya
“Sosialisasi terhadap bahayanya HIV-AIDS harus terus dilakukan, terutama untuk kalangan muda yang mungkin pemahamannya terhadap bahayanya belum dipahami sepenuhnya,”ujarnya
“Karena itu dengan sosialisasi ini kami berharap agar mahasiswa yang merupakan kaum milenial bisa menjaga diri, dengan menghindari kegiatan-kegiatan negatif yang bisa berakibat kepada hal yang tidak diinginkan dan jelas bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,”paparnya
“Indonesia berupaya untuk mencapai ending AIDS pada 2030 dan melalui bentuk komitmen bersama negara lainnya didunia, langkah strategis pun dilakukan untuk mencapai target indikator SDGS/TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), RPJMD, Renstra, Triple 90 dan pencapaian Three Zeros,”pungkasnya
Sementara Hasanudin perwakilan dari Yayasan Resik yang bergerak dalam pemerhati dalam penyebaran dan penanggulangan HIV-AIDS sebagai narasumber kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan angka penyeberan HIV-AIDS di Kabupaten Purwakarta cenderung meningkat.
“Walau angka peningkatan tidak signifikan di masa Pandemi Covid-19, tetapi ada kenaikan dari tahun sebelumnya,”jelas Hasanudin
“Dari cacatan yang kami terima di Purwakarta di bulan Januari hingga September 2021 ada 72 kasus dan sekitar 861 kasus komulatif,”ujarnya
“Dan dibulan September 2020 ada 776 kasus komulatif, dari sini kita bisa lihat bahwa peningkatan masih ada, jadi kita bisa lihat bahwa Pandemi Covid-19 bukan halangan dalam penyebaran dan terinfeksi HIV-AIDS,”ungkapnya
“Untuk itu kalangan mahasiswa harus paham bahaya HIV-AIDS ini, jadi jaga pergaulan dan jangan masuk kedalam hal ynag negatif dan terinfeksi, periksakan diri, kan ada berbagai cara hari ini untuk memeriksa apakah kita terjangkit HIV-AIDS atau tidak,”ungkapnya
“Kalaupun terjangkit, silahkan melakukan pengobatan dan Yayasan Resik siap membuka konsultasi dan menyediakan pengobatan bagi masyarakat yang terjangkit HIV-AIDS,”pungkasnya (trg)















