Beranda Headline Uji Mental Jelang Asian Para Games, Ken Swagumilang Raih Dua Emas di...

Uji Mental Jelang Asian Para Games, Ken Swagumilang Raih Dua Emas di Para-meter Archery Open 2026

Ken swagumilang panahan indonesia
Atlet panahan Surakarta, Assyifa Putri El Zahra membidik target dalam kejuaraan dalam kejuaraan Para-meter Archery Indonesia Open 2026 di lapangan FKIP UNS Surakarta, Jawa Tengah, (9/8/2026). Zahra berhasil meraih medali perak nomor Recurve Putri dan medali perunggu di Recurve Mixed Team. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi

SOLO – Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang, menunjukkan kelasnya saat terjun dalam turnamen panahan bertajuk Para-meter Archery Indonesia Open 2026, Sabtu-Minggu (7-8/8/2026).

Turnamen yang diinisiasi oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) ini sengaja membuka pintu untuk atlet-atlet non disabilitas. Total dari 65 peserta yang bersaing di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), ada 40 peserta yang berstatus non disabilitas.

Meski begitu, atlet-atlet disabilitas, terutama yang diproyeksikan menuju Asian Para Games 2026 bisa bersaing hingga fase akhir. Bahkan, Ken Swagumilang sukses menguasai nomor compound.

Baca juga: Jembatan Akses Jatisari-Tirtamulya Rampung, Warga Kini Tak Perlu Memutar hingga 5 Kilometer

Ken Swagumilang meraih medali emas nomor individu setelah mengalahkan wakil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dimas Maulana, dengan skor 142-138.

Sebelum itu, pada babak semifinal, Ken berhasil mengalahkan juara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025, Muhammad Faris Ardiansyah, dengan skor ketat 147-145.

Dominasi berlanjut di nomor mixed team saat Ken berpasangan dengan Teodora Audi Ayudia Ferelly. Lagi-lagi, Ken bertemu dengan Dimas Maulana yang berpasangan dengan Qanita Syauqina. Ken/Audi tampil konsisten sepanjang partai puncak dengan meraih skor 152 poin. Sementara Dimas/Qanita hanya mengumpulkan 147 poin.

Selain dari Ken dan  Audi, tim para panahan Indonesia juga mendapatkan medali perak dari nomor mixed team recurve lewat pasangan Kholidin dan Noviera Ross.

Baca juga: Soal Aliran Listrik di Bangunan Liar, PLN Siap Sinkronkan Kebijakan dengan Pemkab Karawang

Kholidin/Noviera harus mengakui keunggulan wakil PPLOP Jawa Tengah, Daffa Indika Haidar/Vinethea Natyasha pada partai perebutan medali emas dengan skor 1-5.

Raihan dua medali emas dan satu medali perak membuat tim para panahan Indonesia menjadi juara umum dalam ajang Para-meter Archery Indonesia Open 2026. Mereka mengungguli PPLOP Jawa Tengah yang mengumpulkan dua emas dan satu perunggu serta tim Kota Surakarta yang meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu.

Uji Mental Bertanding

Persaingan ketat yang tersaji sepanjang turnamen ini membuat tim pelatih para panahan Indonesia gembira. Sejak awal, turnamen ini sengaja dibuat untuk menguji mentalitas bertanding Kholidin dkk.

Sebelum mengikuti Asian Para Games 2026, tim para panahan Indonesia akan mengikuti Hyundai World Archery Para Series 2026 di Ahmedabad, India, 5-9 September 2026 mendatang. Ajang ini sangat penting untuk memburu poin guna membuka peluang lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028.

Baca juga: BPJS Kesehatan Karawang Tegaskan Tak Ada Tunggakan Klaim, Pembayaran Menunggu Perbaikan Administrasi

“Biasanya mereka bertanding dengan sesama atlet disabilitas, kali ini didatangkan atlet yang non disabilitas. Artinya pertarungan mental di ajang ini sangat membantu atlet-atlet para panahan Indonesia menuju kejuaraan yang lebih besar,” kata pelatih para panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, Minggu (9/8/2026).

Idya menjelaskan, ada beberapa penyesuaian peraturan lomba yang sengaja dibuat untuk melatih konsentrasi para atlet Indonesia. Salah satunya adalah penggunaan satu bantalan untuk tiga peserta, dari biasanya dua peserta.

Tak ketinggalan adalah penggunaan panggung alternate shoot mulai babak kedua. Alternate shoot menjadi salah satu bahan evaluasi tim pelatih saat mengikuti kejuaraan dunia di Novemesto, Republik Ceko, 29 Juni-4 Juli 2026 lalu. Kala itu, para pemanah Indonesia terlihat lebih nervous karena tidak terbiasa bertanding di panggung alternate shoot.